Cabuli Anak SD, Hendrikus Dituntut 8 Tahun Penjara

0
599
Terdakwa: Terdakwa usai mengikuti sidang. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Hendrikus Bria (40) terdakwa yang tega mencabuli anak tirinya, sebut saja Bunga (12) yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subside 3 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dhani K Daulay di Pengadilan Negeri Tanjugpinang.

Dalam tuntutannya , Dhani mengatakan, terdakwa terbukti bersalah dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain, sebagaimana melanggar Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

”Meminta kepada Majelis Hakim untuk menghukum terdakwa dengan tuntutan 8 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan,” katanya Senin (17/4) lalu.

Atas tuntutan ini terdakwa yang didampingi oleh Penasehat Hukumnya M. Anur menyatakan, akan mengajukan pembelaan secara tertulis yang akan dibacakan pada sidang berikutnya.

Mendengar tuntutan ini, Ketua Majelis Hakim Purwaningsih serta didampingi oleh Hakim Anggota Santonius Tambunang dan Guntur Kurniawan menunda persidangan selama satu pekan dengan agenda pembacaan pembelaan oleh terdakwa atas tuntutan JPU.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU,korban sedang asyik duduk-duduk kemudian terdakwa melihat dapur dan melihat kayu bakar habis, setelah itu mendatangi korban dengan mengajak korban untuk mencari kayu bakar.

Mendapat perintah itu korban menuruti apa kata terdakwa untuk mencari kayu bakar di hutan, di Kampung Karang Anom RT 013 RW 005 Kelurahan Toapaya Asri Kecamatan Toapaya Kabupaten Bintan, sekitar pukul 14.00 Minggu (1/1)lalu

Selanjutnya korban dan terdakwa hanya menyeberang jalan raya dan memasuki semak tetapi tidak terlalu jauh kedalam, sesampainya di semak yang terletak sekitar 200 meter dari rumah saksi korban.

Dan ketika korban mencari kayu bakar tiba-tiba terdakwa memanggil korban yang berada kurang lebih dua meter dari hadapan korban. Kemudian ia berkata dengan nada membentak dan menyuruh untuk membuka celana.

Mendengar suara terdakwa tersebut korban terkejut dan ketakutan sambil menuruti perkataan terdakwa dengan menurunkan sedikit celana yang korban pakai secara perlahan ke arah bawah.

Namun korban tidak membuka celananya. Sehingga terdakwapun langsung membuka paksa celana korban dan terjadilah hubungan intim tersebut.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here