Cabuli Empat Pelajar, Dua Predator Anak Ditangkap

0
53
Dua tersangka saat di giring oleh kepolisian, baru-baru ini. F-RAYMON/TANJUNGPINANG POS

TANJUNPINANG – Polisi menangkap dua predator anak. Untuk memuluskan niatnya, kedua tersangka bujuk rayu memberikan perhatian lebih, mengajak minum keras dan mengajak rokok.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengatakan, jajaran Polsek Bukit Bestari berhasil menciduk dua pelaku predator anak, berinisial CY (25), seorang waria dan NV (38).

Tersangka diciduk karena menyodomi empat orang anak yang masih duduk di bangku sekolah. Kasus ini masih terus dikembangkan, tidak menutup kemungkinan masih banyak anak-anak lainnya menjadi korban tersangka.

AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengatakan, perbuatan kedua tersangka terbongkar berdasarkan pengakuan para korbannya.

Di mana anak-anak tersebut diperlakukan tidak senonoh oleh CY dan NV di kediaman masing-masing.

”Korbannya itu anak-anak lekaki yang sering nongkrong di kediaman kedua tersangka, pertama diamankan tersangka CY, Kamis (6/9) dirumahnya dijalan Sei Jang, sedangkan NV Jumat (7/9) dirumahnya di Jalan Sultan Machmud,” katanya Sabtu (8/9).

Ucok menyebutkan, adapun sasaran kedua tersangka adalah anak-anak yang kurang perhatian oleh orangtuanya. Kemudian kedua tersangka memberikan perhatian lebih kepada para korban.

”Korban dicabuli dengan cara disodomi. Sudah sering kali dilakukan tersangka. Para korban seolah diperhatikan oleh tersangka,” sebutnnya.

Kapolres menuturkan, kedua tersangka ini saling mengenal dan mengajak anak-anak nongkrong di rumahnya. Sasaran tersangka adalah anak-anak yang kurang perhatian orangtuanya. Kedua tersangka melancarkan aksinya sudah berlangsung dalam lima bulan terakhir. Modusnya dengan bujuk rayu memberikan perhatian misalnya mengajak minum keras dan rokok.

”Tersangka ini saling kenal, saya anggap pelaku ini predator, mereka mencari korban yang kurang pehatian orangtuanya. Lalu anak-anak dieksploitasi oleh tersangka,” tuturnya.

Ucok mengimbau kepada para orangtua anak dan sekolah, lingkungan masyarakat agar memperhatikan prilaku anak-anak. Jangan sampai kejadian serupa terulang kepada anak.

”Kita harap peran serta orangtua, sekolah, lingkungan ditingkatkan supaya anak-anak kita tak jadi korban lagi, Proses penyidikan masih berlangsung, masih mengembangkan beberapa kasus peristiwa yang sama,” ujarnya.

Kedua tersangka sudah ditahan guna pemeriksaan lebih lanjut. Tersangka dijerat dengan Pasal 82 Ayat 1 UU RI No 17/2016 sebagaimana diubah dalam UU RI No 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak dengan ancaman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here