Cadangan Air Bertambah 11 Juta Kubik

0
438
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D meninjau pembangunan Waduk Sei Gong di Galang, Jumat (2/3) kemarin. f-istimewa/humas bp batam

Agustus, Waduk Sei Gong Rampung

GALANG – Cadangan air baku Batam akan bertambah sekitar 11,8 juta meter kubik di Waduk Sei Gong Pulau Galang, Kota Batam. Rencananya, Agustus depan pembangunan waduk ini sudah rampung.

Saat kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke waduk ini, 23 Maret 2017 lalu, ia mengatakan, waduk awalnya direncanakan rampung akhir 2018. Namun, setelah berbincang dengan pihak kementerian, kemungkinan Juni 2018 ini sudah rampung.

Untuk mengetahui sejauh mana progres pengerjaan waduk tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D kembali melakukan kunjungan ke waduk tersebut, Jumat (2/3) kemarin.Saat itu, Basoeki didampingi Asisten Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum, Wali Kota Batam, HM Rudi dan Deputi IV Badan Pengusahaan (BP) Batam, Mayjen Eko Budi Soeprayitno serta pejabat lainnya.

Di lokasi pembangunan waduk, Basoeki menerima laporan dari pimpinan proyek di sana yang menyatakan progres pembangunan yang dianggarkan dari APBN itu sudah 77 persen. Diperkirakan, Agustus 2018 nanti, pengerjaan sudah selesai. ”Progres pembangunan sudah 77 persen. Agustus nanti sudah selesai,” jelas Basuki.

Pembangunan Bendungan Sei Gong yang dimulai Desember 2015 itu diakui berjalan normal dan pekerjaan lebih cepat. Dengan selesai Sei Gong nanti, maka Batam akan memiliki delapan dam. ”Akan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri di sini,” jelasnya.

Sesaui dengan kontrak kerja antara Kemen PUPR, pengerjaan yang dilakukan WIKA-Tusenss ditargetkan 18 Desember 2018. Namun, karena pekerjaannya berjalan dengan baik, maka diperkirakan akan selesai Agustus.

Pengerjaan proyek ini sendiri dilakukan dengan anggaran Rp 238,446 miliar. Anggaran pembangunan menggunakan dana dari APBN tahun 2015 sampai 2018. Dam itu nantinya diperkirakan akan bisa menampung kurang lebih 11,8 juta meter kubik air baku dengan potensi produksi air bersih 400 liter per detik.

Diharapkan, keberadaan Bendungan Sei Gong yang berkapasitas 400 liter per detik dapat menutup defisit air bersih di Batam saat ini. Bendungan senilai Rp 238 miliar itu memiliki luas genangan 355 hektare dengan volume tampung 11,8 juta meter kubik. ”Pembangunan dam ini untuk mengantisipasi kekeringan air di Kota Batam pada tahun 2020 mendatang,” bebernya lagi.

Di sela-sela kunjungan itu, dia juga sempat menemui beberapa orang warga di sekitar yang menunggu Basoeki di jalan sekitar wilayah proyek. Saat ditanya komunikasi antara Basoeki dengan warga di tengah jalan yang dilintasi rombongan menteri di wilayah proyek Sei Gong, diakui terkait dengan ganti rugi. ”Sudah ketemu DPRD dan DPRD sudah ketemu Badan Pengusahaan (BP) Batam. Maret ini dibayar ganti rugi,” kata Basuki.

Menurut Basoeki, proses pembebasan lahan tinggal sedikit lagi. Diharapkan, setelah ganti rugi, maka warga yang menempati lahan negara di sekitar proyek akan pindah. ”Akhir bulan ini, pengosongan lahan tersebut akan tuntas. Mereka akan diberi uang kerohiman,” ucapnya.

Bendungan itu dibangun Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satker SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Sumatera IV Provinsi Kepri mengalokasikan sekitar Rp 238.446.140.000.

Anggaran sebesar itu dialokasikan selama empat tahun mulai 2015-2018. Waktu pelaksanaan pembangunan bendungan itu 1.140 hari kalender kerja mulai November 2015 sampai 18 Desember 2018 nanti.

Uang muka pembangunan waduk itu Rp 23.877.140.000. Anggaran tahun 2016 dialokasikan juga Rp 83.933.934.000 dan yang terserap Rp 47.289.260.000. Anggaran tahun 2017 dialokasikan lagi Rp 87.085.833.000.

Progres tahun 2016 untuk pembangunan fisik 87,9 persen dan keuangan 53,34 persen sampai Desember. Sedangkan progres terhadap total kontrak, untuk fisik 25,66 persen dan keuangan 32,83 persen.

Fungsi pekerjaan pembangunan Waduk Sei Gong untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat Batam khususnya Pulau Galang. Selain itu, juga disiapkan sebagai sumber air baku untuk rencana industri baru di Pulau Galang.

Saat ini, sudah ada tujuh waduk di Batam. Namun, tahun 2017 lalu Batam diperkirakan mengalami defisit air baku atau air bersih. Tahun 2017, kebutuhan air baku Batam mencapai 113.580.000 meter per kubik atau setara dengan 3.601 liter/detik.

Sementara total ketersediaan air baku dari tujuh waduk yang ada, hanya sekitar 104.260.000 meter kubik atau mengalami kekurangan sekitar 9.320.000. (mbb/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here