Cadangan Beras Tanjungpinang 1000 Ton

0
349

TANJUNGPINANG – Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pokok dan pengendalian inflasi di Kota Tanjungpinang. Untuk mengantisipasi kelangkaan sembako di Tanjungpinang, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota sudah rapat koordinasi TPID, di ruang Rapat Lantai II, Kantor Walikota Tanjungpinang, Senggarang beberapa waktu lalu.

Rapat TIPD yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah sekaligus sebagai Ketua TPID Kota Tanjungppinang, Riono diikuti Staf Ahli, Kepolisian, Bea Cukai, BPS, BI, BPS, Bulog, Akademisi serta jajaran OPD terkait Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Riono mengatakan rapat rutin yang dilaksanakan setiap bulan itu untuk membahas terkait inflasi di Kota Tanjungpinang, terutama memasuki musim utara dan bulan wisata pada Oktober mendatang. Melalui rapat itu untuk menyusun langkah-langkah dalam pengendalian inflasi dan pemenuhan kebutuhan bahan pokok di Kota Tanjungpinang.

“Kerjasama yang sudah terjalin segera tindak lanjuti untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Karena jika stok sejumlah komoditas berkurang maka inflasi akan terjadi dan harga barang naik, hal ini tentu berdampak pada masyarakat. Untuk itu, kita harus berkerjasama mengantisipasi hal-hal tersebut, lakukan pengecekan dan pengawasan ke sejumlah distibutor untuk memastikan persedian pangan di Kota ini cukup,” ujarnya.

Selain itu, Sekda juga minta supaya tanaman hidroponik tetap berjalan di masyarakat. Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) dapat mengintruksikan setiap kelurahan untuk menanam sayuran, misalnya setiap satu kelurahan ada yang tanam tomat, cabai, kangkung, dan lainnya. Teras rumah atau halaman yang kosong idealnya ada ditanam sayur-sayuran,” katanya

Sementara itu, Perwakilan Bulog, Sudirman menekankan bahwa stok beras untuk wilayah Kota Tanjungpinang aman hingga Februari 2018 mendatang. Persedian beras premium di gudang kita saat ini sebanyak 1000 ton, stok ini cukup untuk enam bulan ke depan “,tegasnya

Kata Sudirman, dalam waktu dekat ini akan masuk minyak goreng dan bawang putih ke gudang bulog. Masyarakat bisa membeli kebutuhan pangan di Rumah Pangan Kita (RPK), harga yang dijual pun sesuai harga bulog. Saat ini lembaga dan masyarakat yang bergabung pada program bulog sudah mencapai 80 RPK.

Dari data yang tercatat di BPS inflasi Kota Tanjungpinang di bulan Agustus sebesar 0,20 (mtm) atau 2,87 persen (yoy), inflasi ini lebih rendah dibandingkan inflasi sebelumnya sebesar 0,41 persen (mtm) atau 2,94 % (mtm).

Adapun kelompok volatile food penyumbang inflasi di bulan Agustus, seperti bawang merah, ikan tongkol, ikan selar, ikan kembung, cabe merah, telur ayam, ikan kembung, susu kental manis, susu bubuk, bayam, daun bawang, wortel, tomat, kacang panjang, dan minyak goreng.

Sedangkan kelompok inti inflasi 0,41% (mtm) melambat dibanding inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,47% (mtm). Sumbangan terbesar inflasi dari komoditas tarif pulsa ponsel, perhiasan emas dan rokok kretek.

Untuk antisipasi kenaikan cabe merah dan sayuran, TPID akan menyusun langkah mencari alternatif pasokan, kesiapan BUMD intervensi pasokan, mendorong masyarakat tetap giat memelihara hidroponok di halaman, serta pemanfaatan lahan kosong untuk menanam cabe dan sayuran.

Kolaborasi dan kerjasama dalam kegiatan pengendalian inflasi bersama satgas pangan semakin ditingkatkan serta pelaksanaan operasi pasar yang melibatkan bulog dan BUMD.(des)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here