Cafe dan Rumah Makan Tak Boleh Pakai Gas 3 Kg

0
921
Tabung gas: Pekerja saat mengangkat tabung gas ukuran 3 kilogramf-andri/tanjungpinang pos

Disperdagin Terapkan Zonasi LPG di Tahun 2018

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) melarang masyarakat yang mampu dan pemilik usaha rumah makan dan cafe memakai tabung gas subsidi 3 kilogram.

TANJUNGPINANG – Disarankan agar pemilik warung dan cafe untuk beli tabung gas LPG 5,5 kilo, 12 kilo dan 50 kilo. Karena tiga jenis tabung gas LPG ini tidak diberikan subsidi oleh pemerintah. Sedangkan gas subsidi untuk masyarakat yang masuk dalam rumah tangga sasaran. Hal ini diungkapkan Kepala Disperdaging, HM Juramadi Esram, kemarin.

”Tabung gas tiga kilo untuk warga yang kurang mampu. Kalau ada, nanti kita tegur hingga kita minta mereka beralih dari tabung gas LPG subsidi ke nonsubsidi,” kata HM Juramadi Esram, kemarin.

Baca Juga :  Lanud RHF Berbagi Dengan Lansia

Kata dia, tahun 2018 Dispedagin bakal menerapkan zonasi pembagian LPG. Zonasi pembagian tabung gas diterapkan dari agen besar LPG hingga sampai ke pangkalan di Tanjungpinang. Baik itu tabung gas LPG 3 kilo, 5,5 kilo, 12 kilo hingga 50 kilo.

”Kita punya tiga agen besar LPG. Nanti, kita bagi wilayah sesuai kuota yang dimiliki oleh agen LPG tersebut,” tegasnya.

Pembagian zonasi, kata Juramadi, berdasarkan arahan dari Pertamina dalam rapat koordinasi (rakor) di Medan, belum lama ini. Dengan adanya pembagian zonasi ini, lanjut dia, memudahkan Disperdagin Kota Tanjungpinang untuk mengawasi pasokan tabung gas LPG dari agen ke pangkalan.

Baca Juga :  Kawal Hasil Reses di Musrenbang

Kemudian, mencegah terjadinya kelangkaan pasokan tabung gas LPG tersebut. Misalnya, kejadian kelangkaan pasokan tabung gas LPG di wilayah Tanjungpinang Timur. Pihaknya, langsung berkoordinasi dengan agen LPG tersebut. Tujuannya, menanyakkan kenapa terjadinya kelangkaan pasokan tabung gas LPG ke pangkalan.

”Jadi, kita tau itu wilayah agen A. Kita juga jadi tau alasan, kenapa terjadi kelangkaan pasokan tabung gas LPG dari agen ke pangkalan,” ucap dia.

Selama ini, lanjut dia, tidak ada zonasi pembagian pasokan tabung gas dari agen ke pangkalan. Apabila ada kelangkaan pasokan tabung gas LPG, ia mengaku kebingungan agen mana yang akan dihubungi. Ia tegaskan, bahwa tabung gas LPG 3 kilo diperuntuhkan dan dinikmati oleh rumah tangga sasaran atau rumah tangga tidak mampu.

Baca Juga :  Sekolah di Tanjungpinang Barat Harus Berbenah

Kemudian, juga diperuntuhkan untuk masyarakat yang memiliki usaha industri, seperti UMKM. ”Karenakan tabung gas LPG 3 kilo ada subsidinya,” ucapnya.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here