Caleg Gerindra dan Garuda Diproses

0
246
Sentra Gakkumdu mengumumkan kasus dugaan politik uang yang dilakukan tiga orang caleg dilimpahkan ke kepolisian. f-andri/tanjungpinang pos
Sentra Gakkumdu Kota Tanjungpinang telah limpahkan kasus dugaan pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 ke Kepolisian. Kasus dugaan politik uang yang telah menyeret sejumlah nama salah satunya nama anak petinggi daerah Tanjungpinang yaitu MA, caleg Gerindra dapil Tanjungpinang Timur.

TANJUNGPINANG – MA salah satu Calon Legislatif (Caleg) yang diusung dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di Daerah Pemilihan (Dapil) Tanjungpinang Timur. Dua orang Caleg lagi diusung dari Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), yaitu B dan R. Mereka berdua sama-sama memiliki Dapil Tanjungpinang Timur.

Hal ini diketahui pada saat Sentra Gakkumdu Kota Tanjungpinang telah melakukan pembahasan kedua, terkait penanganan pelanggaran Pemilu terhadap dugaan politik uang. Pembahasan yang melibatkan unsur Sentra Gakkumdu Kota Tanjungpinang terdiri dari Bawaslu Kota Tanjungpinang, Kepolisian, dan Kejaksaan di Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Tanjungpinang berada di Komplek Bintancentre (Bincen) Tanjungpinang, Kamis (9/5).

Pembahasan kedua, bertujuan untuk mengkaji apakah terpenuhi unsur pidana atau tidak terhadap perkara yang ditangani. Ada pun perkara yang dibahas terhadap nomor register TM.004/TM/PL/Kot/10.01/IV/2019 dan TM/005/TM/PL/Kot/10.01/IV/2019, yaitu dua orang caleg Partai Garuda memiliki Dapil Tanjungpinang Timur, serta TM.006/TM/PL/Kot/10.01/IV/2019, yaitu satu orang Caleg Gerindra dari Dapil Tanjungpinang Timur.

Setelah dilakukan penyelidikan selama 14 hari, kata Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhamad Zaini, dilanjutkan dengan pembahasan kedua, terhadap perkara tersebut. Sentra Gakkumdu sepakat menilai perkara tersebut terpenuhi unsur pidana. Karena cukup alat bukti. Kasus dugaan politik uang ini, untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan Kepolisian.

Sesuai Perbawaslu 31 Tahun 2018 tentang Sentra Gakkumdu, pemberkasan tahap penyidikan diserahkan ke pihak kepolisian. ”Kita serahkan kasus ini ke pihak kepolisian,” kata Zaini kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (10/5).

Bahan pertimbangan dalam keputusan pembahasan dua, Sentra Gakkumdu meminta keterangan ahli pidana pemilu, yaitu Sopo Santoso, guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Menurut Sopo, berdasarkan peraturan dan perundangan, dugaan pelanggaran caleg yang ditangani memenuhi unsur pidana, dan dapat ditindaklanjuti ke penyidikan oleh pihak kepolisian dan nantinya diserahkan kepada penuntut umum. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here