Calon Independen Minimal Punya Fotokopi 14.621 KTP

0
477
NOMOR UNDIAN: Para calon Wali Kota Tanjungpinang pada pilkada 2013 lalu saat menunjukkan nomor urut. F-dok/tanjungpinang pos

Pelaksanaan pilkada serentak 2018 di 171 daerah mulai memasuki masa penentuan.

TANJUNGPINANG – Sesuai jadwal tahapan di Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2017, syarat minimal dukungan calon perseorangan resmi diumumkan mulai 9 November. Syarat-syarat dukungan 22 November sampai 11 Desember mendatang. Hal ini diungkapkan Devisi Perencanaan Anggaran KPU Kota Tanjungpinang, Zulkifli Riawan, kemarin.

Kata dia, KPU sudah siap menerima bagi calon-calon perorangan atau independen yang nantinya ingin mendaftar di KPU sebagai peserta pilkada 2018 mendatang.

”Timnya untuk pasangan independen Edi Safrani dan Umar Usman sudah pernah ke KPU untuk bersilaturahmi. Mereka berdiskusi tentang syarat-syarat. Kita sudah jelasin syarat-syarat tersebut,” kata Zulkifli Riawan, kemarin.

Menurutnya, untuk jalur independen ada syarat wajib yang harus dipenuhi bagi para peminatnya. Calon yang akan maju melalui jalur independen harus mengumpulkan paling sedikit 10 persen KTP masyarakat Tanjungpinang sebagai bukti dukungan. Jika mengacu pleno rekapitulasi terakhir daftar pemilih tetap Pilgub Kepri lalu, Tanjungpinang punya pemilih sebanyak 146.207. Dibulatkan saja sepuluh persennya itu, ya 14.621 KTP yang harus disetorkan bagi yang mau maju lewat jalur independen.

KTP masyarakat itu, sambungnya harus dipastikan ke depan lolos dalam verifikasi mutakhir DPT atau daftar penduduk potensial pemilih yang bisa dicek di situsweb resmi KPU RI. Walau jumlah KTP minimal sudah terpenuhi, masih ada persyaratan teknis lain. Dari seluruh KTP tersebut harus tersebar minimal 50 persen dari luas Tanjungpinang, atau setidaknya mencakup merata di tiga kecamatan.

”Kalau pendaftaran calon wako dan wawako baru di mulai 8-10 Januari 2018 mendatang,” bebernya.

Sebelumnya, Gema Independen, mendeklarasikan dukungan terhadap calon independen yang akan bertarung di Pilwako Tanjungpinang pada tahun 2018 mendatang. Dukungan tersebut ditandani dengan peresmian rumah independen di Tanjungpinang, Sabtu (26/8) lalu.

Ketua Gema Independen Kota Tanjungpinang, Edi Susanto mengatakan, peresmian dan pendirian rumah independen itu merupakan rumah bersama masyarakat Tanjungpinang yang ingin memberikan dukungan dalam pengumpulan KTP sebagai dukungan dalam mengusung calon independen di Pilwako Tanjungpinang 2018 mendatang. Pada prinsipnya, tambah Edi, Gema Independen Tanjungpinang menyatakan siap untuk mengusung calon independen pada Pilwako 2018 mendatang.

Mengenai calon yang akan diusung, Edi menambahkan, hingga saat ini, dari hasil penjaringan Gema Independen, ada dua nama yang bakal diusung yaitu, H.Edi Safrani dan Umar Usman.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here