Calon Jemaah Haji Mulai Cek Kesehatan

0
55
Salah satu CJH saat cek kesehatan, kemarin. F-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – Guna memastikan kondisi kesehatan sebelum menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah mendatang, sejak Rabu (13/3) hingga hari ini, Kamis (14/3), sebanyak 319 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kota Tanjungpinang mulai melaksanakan pemeriksaan kesehatan lanjutan dan pemberian imunisasi meningitis dan flu di Puskesmas Tanjungpinang. Cek kesehatannya berdasarkan domisi CJH per kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam mengatakan tes kesehatan dilakukan guna mengetahui tingkat kesehatan para CJH. Kemudian, untuk mengantisipasi penyakit menular ketika CJH asal Tanjungpinang berkumpul dengan jamaah lainnya di tanah suci nantinya. Sebab pihaknya menginginkan semua CJH sehat semua.

”Nanti seluruh CJH diberikan vaksin meningitis dengan cara disuntikkan agar tidak mudah tertular penyakit meningitis saat menjalankan ibadah haji,” ujar Rustam, kemarin.

Acara pembukaan kegiatan pemeriksaan kesehatan lanjutan dibuka langsung Asisten Pemerintahan dan Kesra Ahamdi di Puskesmas Batu 10 Tanjungpinang. Kata Rustam, tujuan pemeriksaan ini adalah dalam rangka pembinaan kesehatan calon jemaah haji serta

Nantinya akan ditetapkan empat kemungkinan status istitoah calon jemaah haji setelah pemeriksaan ini yaitu memenuhi syarat istitoah, memenuhi syarat istitoah dengan pendampingan, tidak memenuhi syarat istitoah sementara dan tidak memenuhi syarat istitoah tetap.

Calon jemaah yang dikategorikan tidak memenuhi syarat istitoah adalah kondisi klinis yang dapat mengancam jiwa. Diantaranya penyakit paru obstruksi kronis, gagal jantung stadium IV, gangguan jiwa berat, CJH dengan penyakit yang sulit diharapkan kesembuhannya.

Kemudian, jemaah yang dikategorikan memenuhi syarat istitoah yakni memiliki kemampuan mengikuti proses ibadah haji tanpa bantuan obat, alat dan atau orang lainnya dengan tingat kebugaran jasmani setidaknya dengan kategori cukup. Dan, penentuan tingkat kebukaran dilakukan melalui pemeriksaan kebugaran yang disesuaikan dengan karakteristik individu jemaan haji dan wajib berperan aktif dalam kegiatan promotif dan preventif.

Kata Rustam, jemaah yang dikategorikan memenuhi syarat istitoah dengan pendampingan yakni, jemaah haji yang sudah berumur 60 tahun ke atas, menderita penyakit tertentu yang tidak masuk dalam kriteria tidak memenuhi syarat istithaah.

”Pemeriksaan kesehatan CJH hari ini (kemarin) adalah CJH dari Kecamatan Tanjungpinang Timur dan Bukit Bestari. Sedangkan hari Kamis untuk calon jemaah dari Kecamatan Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Kota,” ujarnya.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dokter terlatih dan dokter spesialis meliputi spesialis penyakit dalam, kebidanan, mata dan jiwa.

Selain dilakukan pemeriksaan dan pembinaan kesehatan oleh para tenaga kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan untuk memenuhi syarat istitoah, kepada para calon jemaah haji juga diberikan imunisasi meningitis dan flu secara gratis.

Sebelumnya, Komisi VIII DPR RI bersama pemerintah hari ini mengesahkan biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2019/1440 Hijriah. Pemerintah dalam hal ini diwakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Pengesahan dilakukan Komisi VIII dan Menag di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/2) lalu. Sebelum pengesahan, anggota Komisi VIII menyampaikan pendapat mengenai BPIH tahun 2019. Sepuluh fraksi menyatakan setuju. Komisi VIII menyatakan tahun 2019 ini, jemaah haji membayar biaya operasional rata-rata Rp 35.235.602. Angka ini disebutkan tak mengalami kenaikan dari BPIH 2018. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here