Calon Pengantin Harus Tes Urine

0
263
Nikah massal yang digelar di Aula Kantor Gubernur Kepri belum lama ini. f-dok/tanjungpinang pos
Pasangan calon pengantin yang akan menikah bakal ketahuan sebagai pemakai narkoba atau tidak. Akan diketahui juga Terjangkit HIV/AIDS atau tidak.

TANJUNGPINNAG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang mensyaratkan pasangan calon pengantin yang akan menikah untuk melakukan tes urine. Syarat tersebut bakal mulai berlaku awal Agustus 2019 mendatang. Ada tiga tes yang harus dilakukan. Pertama tes urine, tes HIV/AIDS tes psikolog.

H M Mukhsin, S.Ag, Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Tanjungpinang mengatakan tes ini dilakukan untuk mengantisipasi penggunaan narkoba di kalangan remaja, termasuk calon pengantin. Langkah ini juga dilakukan sebagai upaya menyelematkan generasi muda dari jerat narkoba.

Program ini merupakan kerja sama pihaknya, dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Nantinya, pengantin diminta menyertakan hasil tes urine dalam berkas pengajuan pernikahan. Kendati demikian, ia menyebut hasil tes urine tak akan menghalangi proses pernikahan calon pasangan pengantin, termasuk jika salah satu atau kedua pengantin ternyata menggunakan narkotika.

Calon pengantin tersebut, menurut dia, justru akan mendapatkan penanganan rehabilitasi oleh BNN. Hal itu dilakukan agar kondisi yang bersangkutan tak menjadi lebih parah usai menikah nanti.

”Itu semua untuk kebaikan mereka (calon pengantin, red). Itu baru dianjurkan saja,” kata HM Mukhsin, kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (25/7).

Sambungnya, tes urine dilakukan untuk mengantisipasi penggunaan narkoba di kalangan remaja, termasuk calon pengantin. Langkah ini juga dilakukan sebagai upaya menyelematkan generasi muda dari jerat narkoba.

Sedangkan tes HIV/AIDS untuk mencegah penyebaran penyakit menular kepada orang lain termasuk calon pengantin. Artinya, tidak menambah anggota penularan penyakit tersebut.

Kemudian, tes psikologi untuk mengetahui tingkah laku atau sifat calon istri maupun suami. Jangan sampai dimarah dikarenakan ketidak tahuan selera suami oleh istri. Begitu sebaliknya.

Calon pengantin, saran dia, perlu melakukan atau menjalani tiga tes tersebut. Agar lebih baik buat sepasang calon pengantin tersebut. Menurutnya, lebih baik diketahui sekarang sebelum menikah, dari pada setelah menikah sudah mengetahuinya hal yang tidak diinginkan.

Sebab, membangun rumah tangga untuk selamanya. Bukan membangun rumah tangga untuk sementara atau sebentar saja.

”Sudah malu, habis banyak uang saat pesta,” sebut dia. (ANDRI DS – ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here