Calon Siswa Baru Dilatih Kedisiplinan

0
116
SALAH satu siswi SMPIT As-Sakinah saat mengikuti two line bridge di lokasi sekolah itu di Tanjungsebaik, kemarin. f-martunas/tanjungpinang pos

SMPIT As-Sakinah Tanjungpinang Gelar Outbond dan Archery

Siswa Kelas VI SD yang sudah mendaftar dan diterima calon siswa baru di SMPIT As-Sakinah dilatih disiplin dengan cara mengikuti Outbond dan Archery yang digelar di sekolah itu di Tanjungsebauk-Senggarang pada, Minggu (24/3) pagi.

TANJUNGPINANG – KEGIATAN tersebut dibuka Ketua Yayasan Bina Insan Sakinah (YBIS) Tanjungpinang Drs Muqtafin, MPd didampingi Kepala SMPIT As-Sakinah Mohammad Syarif LC. Hadir juga saat acara itu Kepala SDIT Ar-Refah Fadil, orangtua dan lainnya.

Muqtafin dalam kata sambutannya mengatakan, pihak yayasan selalu memajukan pendidikan di seluruh sekolah-sekolah yang ada di bawah naungan yayasan itu sesuai dengan perkembangan zaman dan kaidah Islam.

Dalam dunia pendidikan, harus memadukan roh, zikir dan dan jasad (tubuh). Roh dengan menjalankan ibadah dan salat lima waktu. Zikir bisa diasah terus dengan banyak membaca buku. Jangan hanya main game di ponselnya.

Ia pun membandingkan kemudahan yang dialami siswa saat ini dengan siswa zaman dulu yang belum ada smartphone. Dulu, dirinya ingin membaca dan memiliki banyak buku, namun tidak punya uang untuk membelinya. Apalagi, harga buku saat itu mahal.

Agar bisa membaca buku, maka ia harus pergi jauh ke perpustakaan dan itupun tidak mudah. Saat ini, ilmu pengetahuan itu sudah bisa dibaca di tangan sendiri dan kapa saja. ”Jutaan ilmu pengetahuan tersedia di internet dan bisa dibuka kapan saja. Jika kita print ilmu yang ada di internet itu, bukunya itu tak muat satu sekolah ini. Jadi, manfaatkanlah smartphone yang ada untuk menambah ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, saat ini banyak anak-anak terjebak dengan banyaknya permainan (game) online di internet. Anak-anak terlena dan akhirnya cuek dengan keadaan termasuk pada orangtua.

Kata dia, perkembangan teknologi informasi ini justru harus dimanfaatkan untuk memperkaya ilmu anak-anak. Dengan demikian, wawasan mereka makin luas dan pola pikirnya juga berbeda.

Untuk jasad (tubuh), harus dilatih agar kuat. Tubuh yang kuat tak hanya berguna untuk diri sendiri, namun sangat berguna untuk orang lain.

Jika tubuh tidak ada aktivitas, maka untuk bergerak saja susah. Akhirnya malah bergerak dan banyak pekerjaan akan tertunda. Parahnya, bisa jadi penyakit. Untuk itu, badan harus dilatih. Salah satunya dengan kegiatan yang dilakukan tersebut.

M Syarif menambahkan, peserta kegiatan itu dibagi dalam tiga bagian yakni siswa Kelas I SMPIT As-Sakinah sebanyak 54 orang, calon siswa baru SMPIT As-Sakinah 54 orang dan peserta dari umum 4 orang.

”Tapi tak semua calon siswa kita hadir. Karena sebagian dari luar Tanjungpinang. Dari Anambas ada beberapa orang siswa kita dan tidak bisa hadir saat ini,” jelas lulusan Mesir itu.

Dijelaskannya, proyeksi penting untuk pendidikan di Abad 21 ini ada tiga yakni Karakter, Kompetensi dan Literasi (KKL). Tiga proyeksi ini sudah diakui dunia. Karakter atau akhlak ada beberapa bagian seperti taqwa, rendah hati dan lainnya.

Kompetensi merupakan 4 K (Pikir, Kritis, Kreatif dan Komunikatif). Juga pantang menyerah, kerja keras, ulet. Dan Literasi adalah tentang wawasan dengan banyak membaca buku supaya pengetahuan bertambah dan wawasan makin luas serta pola pikir makin berbeda dan maju.

”Kata ulet, berarti harus gigih, berjuang, pantang menyerah. Kemudian kita harus kerja sama dan disiplin. Kegiatan ini merupakan bentuk kompetisi. Dibutuhkan disiplin tinggi, kerja sama tim dan kejujuran,” jelasnya.

Untuk itu, ia meminta kepada panitia agar benar-benar memperhatikan tiga hal penting tersebut.

Selain itu bentuk kerja sama satu kelompok dengan kelompok lain tetap harus dijaga. Tim harus tangguh dan pantang menyerah.

Untuk literasi, M Syarif mengatakan, minat baca siswa tinggi. Yang rendah adalah daya bacanya. ”Bapak yakin adek-adek sekalian rajin baca WA, baca komentar di Facebook, baca SMS. Coba kalau dikasi buku tebal, pasti tak sanggup membacanya,” katanya.

Para siswa mengikuti empat kegiatan di sana yakni memanah, flying fox, Michelin dan two line bridge. Semua kegiatan ini membutuhkan fokus yang serius, tubuh yang kuat, disiplin dan keberanian.

Para siswa dan calon siswa nampak antusias mengikuti berbagai kegiatan itu diawasi panitia.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here