Calon Siswa Ditampung Tanpa Zonasi

0
32
Walikota Batam HM Rudi menemui orang tua calon siswa yang tidak diterima di sekolah negeri di Sagulung, Kamis (12/7). f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Sebanyak 988-an orang calon siswa di Kecamatan Sagulung, yang belum diterima disekolah SD dan SMP negeri, akan ditampung di sekolah di ?wilayah itu. Namun diingatkan, khusus yang belum tertampung saat ini, tidak kaku dengan aturan zonasi. Calon siswa SD dan SMP akan dimasukkan di sekolah yang masih memungkinkan menambah siswanya dan tidak ditentukan kedekatan tempat tinggal dengan sekolah.

Kesimpulan sementara itu dicapai antara orang tua, kepala sekolah negeri di Sagulung, bersama Wali Kota Batam, HM Rudi, Kamis (12/7). Diyakini, jika calon siswa yang belum tertampung disekolah negeri diselesaikan dengan sistem zonasi, maka permasalahnnya tidak selesai.

”Kalau pakai zona, tidak akan selesai ini. Mau nggak ini tanpa melalui sistem zona,” tanya Rudi kepada para orang tua yang hadir dan dijawab dengan kesediaan orang tua.

Usulan diajukan Rudi, karena diakui sebaran SMP di Sagulung, tidak merata. Sehingga kemungkinan akan ada calon siswa yang akan diterima di sekolah yang agak jauh dari tempat tinggalnya. Namun tetap masih dalam satu kecamatan. ”Kalau penyebaran tidak rata, harus diterima ya. Akan ada yang agak jauh,” sambungnya.

Diingatkan Rudi, agar calon siswa masuk sekolah negeri, tidak melalui orang lain. Diminta orang tua calon siswa yang mendaftarkan dan tanpa biaya. ”Jangan melalui A, B, C, D, yang menjanjikan bisa memasukkan dengan bayar sekian. Semua gratis. Kalau ketahuan ada yang memasukkan (lewat calo), nanti akan saya diskualifikasi. Sepakat, supaya clear,” tegas Rudi.

Diingatkan Rudi, Polda Kepri juga akan turun untuk memantau penyelesaian calon siswa yang belum tertampung di sekolah negeri. Sehingga diingatkan tidak ada yang membayar untuk bisa diterima di sekolah negeri. ”Jangan coba-coba memainkan itu. Pak Kapolda akan menangani ini.Tidak ada satu rupiah pun pungutan. Ini supaya tidak ada dusta diantara kita,” kata Rudi.

Rudi memberikan waktu penanganna dijalankan pihak sekolah dan orang tua murid, Jumat (13/7). Sehingga saat masuk sekolah, Senin depan, permasalahaan PPDB, sudah selesai. “Kalau ada kebijakan sekolah yang tidak pas, kasih tahu kita dulu. Jangan ke koran dulu,” imbaunya. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here