Calon Walikota Bisa Dicoret

0
417
KPU Tanjungpinang gelar deklarasi kampanye damai di Lapangan Pamedan, kemarin. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

Bila Laporan Dana Kampanye Tak Jujur

TANJUNGPINANG – Dana awal kampanye dua calon Wali Kota Tanjungpinang, nomor urut 1 H Syahrul-Rahma dan nomor urut 2 H Lis Darmansyah-Maya Suryanti cukup besar.

Syahrul-Rahma dan Lis-Maya melaporkan dana kampanye awal ke KPU masing-masing sebesar Rp 100 juta. Dan, bila calon melaporkan dana kampanye tidak jujur akan dicoret sebagai peserta pilkada.

Hal ini diungkapkan Divisi Hukum KPU Kota Tanjungpinang, Dewi Haryanti, kemarin. ”Ada tiga tahap yang perlu dilaporkan oleh masing-masing tim pemenangan paslon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul-Rahma (Sabar) dan Lis-Maya (Lima) ke KPu,” tegasnya.

Tahap pertama, lanjut Dewi, adalah laporan awal dana kampanye sudah berlangsung sejak 7-12 Februari 2018. Tahapan ini sudah dilalui oleh dua paslon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, H Syahrul-Rahma dan H Lis Darmansyah-Maya Suryanti. Hanya saja, paslon nomor urut 2 setor dana kampanye ke rekening nya pada 13 Februari 2018.

”Paslon nomor urut 1, kalau tak salah laporannya per tanggal 12 Februari 2018,” kata Dewi kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (22/2).

Tahap kedua, lanjut Dewi lagi, adalah tahapan laporan penerimaan sumbangan dana kampanye yang akan berlangsung pada 20 April 2018 nanti. Penerimaan sumbangan dana kampanye dibatasi sesuai aturan yang berlaku.

Dana kampanye yang disumbangkan dari perseorangan hanya diperbolehkan sebesar Rp 75 juta. Sedangkan sumbangan dana kampanye yang bersumber daru partai politik, kelompok dan badan hukum swasta, masing-masing diperbolehkan sebesar Rp 750 juta.

”Paling lambat sampai ham 18.00 WIB,” ucapnya.

Dan, tahap tiga, adalah laporan terakhir yang akan berlaku pada 24 Juni 2018 mendatang. Seperti laporan dana kampanye yang sudah digunakan untuk keperluan paslon selama kampanye.

Kemudian, sumbangan dana yang berasal dari donatur masuk ke rekening paslon tersebut. Kalau laporan akhir tidak dilaporkan, maka paslon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, baik H Syahrul-Rahma maupun H Lis Darmansyah-Maya Suryanti akan dikenakan sanksi tegas.

”Kalau tidak menyerahkan laporan akhir ke KPU, maka akan di coret. Ini tidak main-main. Apalagi laporannya tidak jujur,” sebut dia.

Keterlambatan laporan dana awal kampanye dibenarkan Ketua tim pemenangan Lis-Maya (Lima), Suparno saat dijumpai awak media ini di kantor Sekretariat KPU Kota Tanjungpinang, belum lama ini.

Suparno mengatakan, pihaknya melakukan setor awal dana kampanye ke rekening sebesar Rp 100 juta pada 13 Februari 2018. Kemudian, pihaknya langsung melaporkan ke KPU Kota Tanjungpinang. Sementara, akhir laporan awal dana kampanye yang dijadwalkan oleh KPU Kota Tanjungpinang ada 12 Februari 2018.

”Awalnya, kita baru sebatas melaporkan ke KPU, bahwa sudah punya buku rekening. Pada saat itu, kita punya saldo sebesar Rp 1 juta. Jadi, saldo itulah yang tercatat sementara oleh KPU,” sebut Suparno. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here