Cari Formula, Buku Bisa Disediakan Saat Butuh

0
131
Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu saat mengisi daftar tamu di komputer Perpustakaan Kota Tanjungpinang. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Para mahasiswa di Kota Tanjungpinang sering mengeluhkan sulit mencari buku, khususnya terkait dengan refensi tambahan pembelajaran di bangku kuliah.

Persoalan ini bukan hal baru, sudah sering disampaikan kepada pemerintah, agar mendukung kemajuan pendidikan melalui ketersediaan buku.

Sampai kini, pihak swasta yang menjual buku lengkap dengan berbagai judul yang dibutuhkan belum tersedia. Salah satu harapannya, yaitu bergantung dengan Perpustakaan Kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri.

Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilwahyu menuturkan, harus ada formula, agar setiap buku yang dibutuhkan mahasiswa bisa tersedia di Perpustakaan Kota Tanjungpinang ini.

“Cobalah cari formulanya seperti apa, jadi saat mahasiswa butuh buku bisa segera disediakan. Jangan sampai sudah selesai kuliah, buku tidak dapat-dapat,” ujarnya di saat mengunjungi Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang, Kamis (15/11) pagi.

Kunjungan hari itu diterima Wan Samsi, Kadis Perpustakaan dan Arsip Tanjungpinang serta bidang pelayanan dan keuangan di kantor tersebut.

Wan Samsi menuturkan, setiap orang yang membutuhkan buku, khususnya mahasiswa boleh meminta. Melalui bidang pelayanan dengan mencatat judul buku yang dibutuhkan.

Hanya saja diakuinya, tidak bisa langsung disediakan waktu bersamaan. Pengadaan akan dilakukan sesuai dengan sistem penganggaran.

“Buku masuk belanja modal, jadi kita membeli sesuai dengan perencanaan tahun ini untuk tahun depan. Bila di tahun berjalan, mahasiswa meminta buku, maka dapat diakomodir di tahun berikutnya,” ucapnya.

Terkait hal ini, Maskur meminta ada formulanya, agar bisa dibeli saat butuh. Terkait hal ini, ia meminta perlu dikonsultasikan ke inspektorat agar tidak menyalahi aturan.

“Bukunya butuhnya dalam bulan-bulan itu, namun memberinya tahun depan. Ini kan artinya tidak bisa memenuhi kebutuhan mahasiswa itu terkait buku. Saya yakin ada caranya, bahwa buku yang dibeli sesuai kebutuhan kok,” ucapnya.

Meskipun demikian, Maskur juga memuji ada kemajuan di Perpustakan Tanjungpinang dari segi pelayanan. Buku yang tersedia sudah dapat di cek melalui komputer yang disediakan.

Ke depan, perlu peminjaman dan perpanjangan buku melalui online. Jadi pengunjung ke Perpustakaan hanya mengambil buku yang sudah di pesan.

Begitu juga dengan sistem pembuatan kartu Perpustakaan yang sudah cepat. Petugas menyiapkan dalam waktu 15 menit, lengkap dengan foto dan barcode.

“Jadi Kartu Perpsutakaan ini juga berlaku secara nasional, pinjam buku di Perpustakaan Pusat bisa menggunakan kartu ini,’ ujar Wan Samsi.

Terkait ketersediaan buku, Wan Samsi menuturkan kini ada 10 ribu judul dengan 30 ribu eksemplar. Ini tentu masih jauh dai cukup, namun terus berkoordinasi dengan pusat membantu buku-buku.

Pihaknya juga menyediakan perpustakaan pinggir pantai. Tersedia layanan, penjemputan dan pengataran siswa menggunakan bus mini untuk datang ke Perpustkaan Tanjungpinang.

“Kami berterimakasih buat perhatiannya. Kami terus konsen mengembangkan literasi sekolah guna meningkatkan minat baca siswa,” ujarnya. (dlp/ratni/reinhard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here