Cegah Penyakit DBD, Warga Gelar Goro

0
23
Pihak Kelurahan Melayu Kota Piring bersama Forum RT RW dan masyarakat melakukan gotong royong belum lama ini. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Kelurahan Melayu Kota Piring (MKP) bersama Forum RT/RW bersama masyarakat menggelar gotong royong (Goro) di lingkungan masing-masing.

Goro ini digelar untuk mewujudkan agar lingkungan tempat tinggal bersih dan nyaman. Untuk membasmi tempat-tempat jentik nyamuk bersarang. Goro juga untuk meningkatkan silaturahmi sesama warga.

Seperti Minggu kemarin, puluhan warga menggelar goro. Ada yang membersihkan paret atau drainase, memangkas rumput yang sudah tinggi hingga memungut sampah. Sampah yang dipungut terdiri dari kantong plastik, botol hingga sampah lainnya.

”Kita lakukan goro bersama setiap satu bulan sekali. Ini agenda rutin kita di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur,” kata Lurah MKP, Feri Ismana kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (5/12).

Menurutnya, keinginannya, goro bersama ini tidak hanya dilakukan satu bulan sekali. Tapi, akan diterapkan hingga diagendakan satu minggu sekali.

Sambung dia, jadi agenda goro bersama yang akan diterapkan di lingkungan RW. Dan penerapan goro bersama dilakukan secara bergiliran. Misalnya, di wilayah RW 1 melakukan goro bersama di minggu ini, kemudian Minggu berikutnya, RW 2 melakukan goro bersama dengan warganya dan seterusnya. ”Intinya bergantian,” tegas dia.

Kegiatan goro bersama, kata dia, juga untuk mencegah agar tidak berkembang biaknya nyamuk yang menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD). Seperti saat ini musim hujan, jentik nyamuk cepat berkembang di tempat-tempat genangan air. ”Ini yang perlu kita hindarkan,” terang dia.

Ia berharap, melakukan kegiatan goro bersama jangan hanya menunggu ada momen tertentu. Seperti adanya penilaian adipura dan sebagainya.

Kemudian, kalau sudah dilakukan goro bersama, ia harapkan, masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah di tempat saluran air. Seperti parit nmaupun drainase karena aliran air akan tersebut. Kalau sudah membuang sampah di saluran air, berarti masyarakat sudah menciptakan banjir di tempat tinggalnya sendiri.

”Kalau parit tersumbat, pasti air meluap. Nah, ini bisa terjadi banjir,” bebernya. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here