Cepat Pulangkan Imigran

0
949
BEBERAPA orang imigran memasuki ruangan hotel, saat tiba di Hermes Agro Resort & Convention, Km 25 Toapaya Asri, Bintan, kemarin. f-yendi/tanjungpinang pos

MBS 100 tahanan rudenim diinapkan di hotel Hermes….cepat pulangkan saja ke negaranya…masih banyak warga Bintan yang lebih memerlukan bantuan dari pada mereka…
082173153133

Tanggapan:
Terima kasih atas pertanyaanya. Perlu diketahui seratus orang imigran dari beberapa negara Timur Tengah mulai menjalani hidup baru, di Hermes Agro Resort, Toapaya, Kabupaten Bintan, Senin (29/1) kemarin. Mereka yang telah memegang kartu United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) ini, sudah merasakan sedikit kebebasan.

Selama ini, mereka tinggal di dalam gedung besar, yaitu Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang. Tak hanya 100 orang pencari suaka, yang bakal menjalani kehidupan baru ini. Rudenim Tanjungpinang akan mengirim 100 orang lagi, Selasa (30/1) ini, dan 80-an orang, Rabu (31/1) besok.

Dari raut wajah 100 pencari suaka yang dipindahkan hari pertama kemarin, jelas terlihat semringah. Meski hanya bersifat penampungan sementara, para imigran dari Afghanistan, Somalia, Bangladesh dan negara timur tengah lainnya ini seperti mendapatkan kehidupan baru.

Betapa tidak, meski diawasi pihak aparat bersama pihak Rudenim maupun IOM, para imigran yang memiliki kartu UNHCR ini, bisa melakukan aktivitas di luar. Kecuali, di tempat tertentu seperti pelabuhan maupun bandara. ”Kalau pergi ke mal atau swalayan, mereka boleh. Kalau mereka melanggar ketentuan, kartunya dicabut dan akan diisolasi di Rudenim,” kata Agung Asrawinata, Kabid Penempatan Pengamanan Pemulangan dan pendeportasian Kantor Rudemin Pusat Tanjungpinang, usai mengantar para imigran ke Hermes Agro Resort, Km 25 Toapaya, kemarin.

Agung menyampaikan, pihak Rudenim Pusat Tanjungpinang memindahkan para pencari suaka ini ke Hermes, hanya menjalankan Perpres nomor 125/2016. Di dalam Perpres itu, bagi imigran yang sudah punya kartu pengungsian dari UNHCR, boleh ditempatkan di tempat tertentu, seperti di Hermes Agro Resort ini.

”Untuk kehidupan mereka, akan ditangani oleh pihak International Organitation Migran (IOM), sampai ditampung oleh negara ketiga atau mereka kembali ke negara asalnya. Mulai dari makan, minum sampai dengan keuangan mereka, ditangani IOM, lembaga di bawah UNHCR,” jelasnya.

Di Hermes Agro Resort, 100 para pencari suaka tinggal di beberapa resor yang dikelola oleh manajemen Hermes Agro Resort & Convention. Satu kamar, mereka ditempatkan empat atau lima orang. 280-an imigran yang ditampung sementara di sini, akan diberdayakan untuk menunjang kegiatan sosial.

Manajer Hermes Agro Resort & Convention Alex Sugianto menyampaikan, pihaknya bersedia menampung para imigran atau pencari suaka ini, untuk membantu pemerintah. Secara tidak langsung, sudah mendukung program kemanusian internasional.

”Selama di Hermes, para imigran akan kami ajak bertani atau bercocok tanam, di lahan pertanian Hermes Agro. Kemudian, sebagian imigran bakal jadi tutor untuk kursus bahasa Arab. Kursus ini diberikan kepada anak-anak di sekitar hotel kami,” kata Alex Sugianto. (fre/ray)

Agung Asrawinata,
Kabid Penempatan Pengamanan Pemulangan dan pendeportasian Kantor Rudemin Pusat Tanjungpinang

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here