Cetak Tenaga Pendidik Berbasis Agama.

0
581

Tanjungpinang – SEBAGAI kampus yang menghasilkan tenaga pendidik berbasis agama Islam. Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Tanjungpinang, tetap menyesuaikan pengembangkan kurikulum untuk mencetak tenaga pengajar yang profesional.

Hal itu disampaikan Suhardiman MPd, Wakil Ketua I Bidang Kemahasiswaan STAI-MU, Jumat (10/2).

”Semua program studi tetap berkonsentrasi pada inti ilmunya. Sesuai visi misi STAI-MU, ilmu agama Islam menjadi dasar bagi semua prodi,” ujar Suhardiman diruangannya.

STAI-MU saat ini memiliki empat prodi, diantaranya prodi pendidikan agama Islam, bahasa inggris, ekonomi syariah dan guru madrasah. Seluruh prodi telah berjenjang S1 dan memperoleh akreditasi B.

Suhardiman mengatakan, kebutuhan guru agama islam ditingkat SD hingga SMA diwilayah Tanjungpinang masih sangat kekurangan. Selain itu, pihaknya juga berharap guru-guru agama Islam yang masih berijazah diploma III agar mengkatkan menjadi S1.

”Keberadaan guru agama disekolah sangat penting membentuk karakter, dan itu perlu kerjasama untuk membangun karakter murid-murid di sekolah,” jelasnya.

Tidak hanya di Tanjungpinang, keberadaan guru agama di sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten masih sangat minim. Mahasiswa STAI-MU kini berjumlah 840 orang, dan bulan Maret mendatang kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru.

”Walau seorang guru bahasa inggris, tetapi juga dibekali ilmu agama sepert ilayaknya guru agama adalah konsep yang pendidikan yang diterapkan STAI-MU,” ungkapnya.

Dengan cara itu, apabila ada yang sekolah tidak memiliki guru ilmu pendidikan agama. Maka guru bahasa inggris tersebut dapat berperan menjadi guru agama disekolah itu.

Pengaruh negatif era globalisasi, Suhardiman mengatakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat dewasa ini. Sehingga bagi generasi muda Indonesia dituntut memahamami moralitas kebangsaan yang tinggi.

”Ilmu agama adalah sebagai filter, dari pengaruh berbagai perkembangan di era globalisasi yang berdampak negatif bagi generasi muda,” katanya.

Untuk itu STAI-MU tetap berkomitmen mencetak tenaga pendidik yang berlandaskan agama, serta menjadikan lulusannya profesional dalam penguasaan ilmu pendidikan ebagai pendidik.
Upaya lainnya untuk memperkaya wawasan dan ilmu pengetahuan untuk mahasiswa.

STAI-MU juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa pihak, Seperti Kementerian Agama (Kemenag), sebagai penunjang penelitian mahasiswa.

”Kerjaama itu untuk membantu mereka penelitian, baik itu tentang kemahasiswaan serta penelitian dan pengembangan (Litbang) keagamaan,” katanya.(Adly Bara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here