Cinta Jokowi dan Ganti Presiden Gelar Aksi di Batam

0
532
Simpatisan ganti presiden membuat acara di Batam.

BATAM ‎- Walau Pilpres belum memasuki tahap pencalonan, namun masyarakat Batam sudah terpecah dalam dua kubu pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pendukung ganti Presiden. Sikap masyarakat terkait Pilpres itu terlihat saat dua kelompok masyarakat menggelar jalan santai dengan tagar ‘Cinta Jokowi’ dan satu elemen lagi menggelar aksi orasi, ‘Ganti Presiden’.

Dua kubu ini, sama-sama menggelar kegiatan di Engku Putri, Minggu (29/7). Elemen masyarakat Cinta Jokowi menggelar kegiatan di jalan depan kantor Wali Kota Batam, Engku Putri, sementara masyarakat ganti presiden menggelar kegiatan di Masjid Raya. Kedua kegiatan itu juga mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

‎Pada acara #Cinta Jokowi 2 Periode, hadir tokoh-tokoh PDIP, seperti Ketua DPD PDIP HM Soerya Respationo bersama Bendahara partai itu, yang juga Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak. Terlihat juga anggota DPR RI dari Kepri Dwi Ria Latifa, Ketua DPRD Batam, Nuryanto, anggota dewan Batam, Udin P Sihaloho, Tumbur MS dan lainnya.‎

Saat acara berlangsung, ratusan aparat kepolisian terlihat berjaga-jaga dan mengawal massa yang menggunakan kaos bertuliskan ‘‎Jokowi2Periode’. Mereka juga melakukan penandatanganan spanduk berisi tulisan Cinta Jokowi dan Jokowi 2 Periode. Ditengah aksi itu, Soerya Respationo, menyampaikan orasi singkat.

“Kita hadir disini, karena kita cinta Indonesia. Kita ingin Indonesia maju, kita cinta Jokowi,” teriak Soerya dari atas panggung dengan mobil bak terbuka.

Diakui Soerya, mereka menggelar kegiatan jalan santai untuk menunjukkan, mereka cinta damai dan cinta Jokowi. Sekaligus mereka ingin meningkatkan silaturahmi antar pecinta Jokowi. “Karena itu, tentu harus mengawal beliau.
Kalau ada yang menghujat dan menfitnah, tentu kita siap digarda terdepan membela. Bagaimanapun Jokowi presiden yang sah. Harus dihormati dan jangan dihujat,” tegas Soerya.

Diingatkan Soerya, bisa beda pilihan, tapi jangan menghujat Presiden. Termaksud jika ada elemen masyarakat yang ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi bangsa. Diminta kelompok masyarakat tidak ada yang memaksakan kehendak dengan cara yang dinilai tidak etis.‎ “Tidak bisa sekelompok tertentu memaksakan kehendak. ‎Cinta Jokowi, cinta damai. Jangan ganggu kita, jangan hina Presiden kita,” tegasnya. ‎

Ditempat berdekatan dengan lokasi itu, tepatnya di halaman Masjid Raya Batam Centre, masyarakat berkumpul untuk acara bertajuk, Ganti Presiden. Terlihat juga artis Neno Warisman, yang sempat ditolak elemen masyarakat tertentu masuk Batam, saat tiba di Bandara Hang Nadim. ‎

Saat Neno datang, langsung naik tangga utama Masjid Raya. P‎engawalan terhadap Neno dilakukan ketat. Ikut serta mendampingi, Ketua DPC Gerindra Batam, Iman Sutiawan. Dibelakang panggung, terlihat beberapa spaduk bertuliskan deklarasi #2019gantipresiden.

Iman menyuarakan dan mengajak massa untuk tidak terpancing dengan provokasi yang bisa memecahkan suasana deklarasi.‎ “Jangan terpancing provokator. Kita di sini untuk sama-sama mendeklarasi ganti presiden,” kata Iman.

Terkait acara yang berlangsung di Masjid Raya, anggota DPR RI Dapil Kepri, Dwi Ria Latifa Dapil Kepri, mempertanyakannya. Demikian dengan Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto. Mereka mempertanyakan kegiatan itu, karena digelar dipelantar Masjid Raya, yang dinilai harusnya bersih dari ativitas politik. “Harusnya kepolsian paham ada aksi di masjid itu tidak boleh apalagi slogannya ganti presiden,” tegs Dwi Latifa. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here