Cloud Computing Bisa Atasi Persoalan Maritim

0
678
Seminar: Dr Mardhani Riasetiawan SEAk MT CompTIA Cloud Essen dosen UGM saat memaparkan materi seminar di Kampus Dompak, Tanjungpinang. F-ISTIMEWA

DOMPAK – Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Maritim Raja Ali Haji (IT-FT UMRAH) menggelar seminar mengenai cloud computing di Auditorium Gedung Rektorat, Dompak, Senin (16/10).

Seminar tersebut, guna menambah wawasan mahasiswa khususnya prodi TI tentang cloud computing sebagai pendekatan teknologi terbuka dan terdistribusi bagi Indonesia.

Seminar kali ini, menghadirkan Dr Mardhani Riasetiawan SEAk, MT, CompTIA Cloud Essen dari UGM. Ia memiliki keahlian dibidangnya dengan memiliki banyak pengalaman research dan project. Diawal seminarnya, dosen muda ini membahas tentang Indonesia secara umum.

Berbicara tentang kemaritiman, dari data yang menunjukkan bahwa kecelakaan laut lebih tinggi bila dibandingkan kecelakaan udara. Tentu saja masalah ini merupakan isu yang menarik, untuk diangkat dan dicari solusinya terlebih untuk daerah kepulauan seperti Provinsi Kepri.

Salah satu pendekatan solusi permasalahan diatas, adalah dengan memanfaatkan teknologi cloud computing yang merupakan komputasiawan, rangkaian teknologi yang tidak memiliki fasilitas fisik. Artinya dengan ketersediaan jaringan internet sekarang ini, memungkinkan untuk bisa menikmati fasilitas maya atau virtual tanpa khawatir spesifikasi benda fisiknya.

Baca Juga :  KDN Bahas Kerukunan Beragama

Misalnya, menyimpan file di email dan secara tidak sadar berarti nsudah menggunakan teknologi cloud. Sebab, bisa mengakses file yang disimpan tersebut dimana saja asalkan memiliki koneksi internet. Tentu saja hal ini akan sangat memudahkan dalam beraktivitas sehari-hari.

Ia mengatakan, Indonesia dengan penduduk nomor 4 terbesar di dunia menjadi ”sasaran empuk” alias target market yang besar bagi perusahaan teknologi di dunia.

Sebanyak 58,4% penduduk Indonesia berada pada umur produktif yakni 12-34 tahun, yang sangat intens dalam menggunakan sosial media atau internet.

”Sangat disayangkan sekali kalau kita hanya bisa menjadi customer. Alangkah lebih hebat lagi, jika kita ikut berkecimpung dalam membangun teknologi yang bisa digunakan dan bermanfaat buat masyarakat Indonesia”, terang Mardhani Riasetiawan, kemarin.

Baca Juga :  Teknik Informatika UMRAH Kini Akreditasi B

Permasalahannya, bagaimana dengan daerah-daerah yang tidak memiliki jaringan internet yang tidak stabil atau bahkan tidak ada. Nah, disini tantangannya bagi mahasiswa untuk menyelesaikannya.

Menurutnya, mahasiswa harus mampu mencari karakteristik dari suatu daerah dan memanfaatkan sumber daya alamnya untuk memecahkan permasalahan.

Ia memaparkan, bahwa antara satu daerah dengan daerah yang lain memiliki karakteristik alam yang berbeda. Misalnya, untuk memecahkan permasalahan kebakaran hutan di Kalimantan belum tentu sama dengan yang di Pekanbaru, Riau.

Di Kalimantan mungkin lebih efektif menggunakan teknologi cloud yang ditancapkan di pohon tertinggi untuk mengetahui lokasi mana yang terbakar.

Hal ini dilakukan karena menggunakan Base Transceiver Station (BTS) dirasa tidak efisien. Ini akan berbeda untuk daerah yang rawan tanah runtuh. Bisa dengan menggunakan balon udara, yang terhubung tali untuk meletakkan perangkat yang dibutuhkan. Sehingga bila tanah bergeser, posisi perangkat tetap aman.

Baca Juga :  51 Lulusan UMRAH Cumlaude

Selama pemberian materi, dosen yang hobi bersepeda dan masuk dalam komunitas stand up comedy di Jogja ini memberikan joke-joke segar yang membuat peserta tetap fresh selama mengikuti seminar.

Materi mengenai cloud computing ini membawa angin segar, membuka mata dan juga wawasan bagi mahasiswa Teknik Informatika. Tujuannya, agar mahasiswa tahu mengenai perkembangan teknologi diluaran dan tidak hanya terpaku pada materi yang diajarkan di kampus saja. Ia menuturkan, kini memiliki kerjasama dengan salah satu perusahaan search engine terbesar di dunia. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here