CPNS Anambas Wajib Mengabdi 20 Tahun

0
271
Bima Haria Wibisana

ANAMBAS – Jika ingin melamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Anambas, maka harus siap-siap mengabdi selama 20 tahun barulah bisa minta pindah tugas.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Raja Bayu Febri Gunadian SE mendesak pemerintah daerah untuk menyiapkan persyaratan khusus dalam penerimaan CPNS tahun 2018 dan memasukkan syarat itu.

Langkah yang dilakukan, menurut dia, sebagai antisipasi agar Anambastidak hanya dijadikan batu loncatan untuk menjadi pegawai, maka syaratnya harus tegas.

”Saya tegaskan, pemerintah harus mempersiapkan persyaratan khusus untuk memproteksi, agar daerah ini tak jadi batu loncatan untuk jadi pegawai seperti yang sudah-sudah,” ungkap Bayu, Selasa (11/9).

Politisi Golkar itu membeberkan, Anambas telah beberapa kali membuka penerimaan CPNS, hasilnya juga baik, namun setelah dua tahun mengabdi, ASN minta pindah ke daerah lain dengan bermacam-macam alasan.

”Ini yang menurut saya menjadi sebuah ironi. Memang tidak semuanya seperti itu. Namun eksodus besar-besaran ASN beberapa waktu lalu menjadi contoh nyata di lapangan, bahwa daerah ini hanya mencetak saja, setelah jadi mereka pindah,” sesalnya.

Eksodus ratusan pegawai dari periode 2015 sampai dengan 2017 silam menjadi tolak ukur yang sangat menyakitkan bagi kabupaten ini. Apalagi saat itu Anambas baru saja terpuruk karena defisit anggaran yang menyandra.

”Kita mengalami defisit anggaran tahun 2015 mencpai Rp122 miliar untuk pembayaran multiyears dan dibayarkan 2016. Ironinya saat itulah ASN ramai-ramai tinggalkan daerah ini, dengan berjuta alasan. Kami tidak mendiskreditkan namun itulah fakta nyata di lapangan. Apabila tidak percaya, silahkan cek kebenarannya,” tegas dia lagi.

Bayu mengungkapkan, salah satu persyaratan khusus yang diusukan pihaknya adalah, pendaftar harus menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Anambas. Selain itu, terpenting adalah mau mengabdi di daerah ini selama 15-20 tahun, baru bisa pindah.

”Mereka itu mengabdi minimal 15 tahun di daerah ini baru boleh pindah. Dan pelamar mesti mau menandatangani ini. Jika tidak mau, dipertanyakan loyalitasnya kepada daerah,” tegasnya.

Apalagi dalam melaksanakan penerimaan CPNS, lanjut Bayu, pemerintah daerah akan banyak mengeluarkan anggaran sejak pengumuman sampai dengan pendidikan dan pelatihannya.

”Sangat disayangkan apabila telah jadi pegawai langsung pindah, tentunya, selain merugikan daerah juga ada hak masyarakat,” tegas dia.

Pria beranak tiga itu menjelaskan, saat ini Anambas membutuhkan penambahan pegawai. Hal ini menjadi pemicu kenapa perlu penerimaan CPNS.

Di Anambas sendiri lebih banyak tenaga honor yang mencapai 3.000 orang dibandingkan PNS-nya. ”Kita saat ini benar-benar membutuhkan pegawai. Saat ini, PTT lah yang sangat membantu kerja pemerintah,” ujarnya.

Bayu juga menyarankan kepada pemerintah daerah untuk lebih memberikan kesempatan kepada PTT yang telah lama mengabdi di Anambas. ”Kita berharap para PTT yang telah lama mengabdi ini memiliki kesempatan untuk menjadi ASN,” harapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Kemenpan RB memberikan kuota sebanyak 296 orang CPNS untuk diterima di Pemkab Anambas. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here