Cuma 21 Usaha Punya Izin Jual Minuman Beralkohol

0
2782
Mikol: Minuman beralkohol golongan A yang dipajang berdekatan dengan minuman ringan. f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Meski di Tanjungpinang banyak tempat hiburan dan swalayan yang menjual minuman beralkohol, ternyata cuma 21 usaha yang mengantongi izin. Bahkan, ada beberapa toko kelontongan yang nekad menjual minuman beralkohol, mesti dalam aturan itu dilarang.

Izin yang mesti dikantongi oleh penjual minuman beralkohol golongan A yakni Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB). Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) RI Nomor 20/M/-DAG/PER/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol.

Kepala Bidang Perdagangan Disperdagin Kota Tanjungpinang, Desy Afriyanti saat dijumpai wartawan mengakui ada 21 usaha swalayan dan tempat hiburan yang dapat SIUP-MB. Bahkan menurutnya, penjualan mikol juga mesti diawasi serta tidak boleh dijual kepada warga yang usianya masih di bawah 21 tahun.

”Untuk swalayan yang mendapat SIUB-MB menjual minuman beralkohol golongan A atau yang kadar alkoholnya sekitar 5 persen, tidak boleh dipajang dekat minuman ringan. Ini ada aturannya. Apa bila ada swalayan atau tempat hiburan yang melanggar izin, akan diberi sanksi administrasi,” sebut Desy.

Baca Juga :  Lanud RHF Dukung Basarnas

Jika sudah diberi sanksi administrasi hingga tiga kali, sambung Desy, maka izinnya akan dicabut oleh Pemko Tanjungpinang. Saat disinggung di Tanjungpinang ada banyak toko kelontongan, diantaranya di Simpang Batu 6 yang menjual minuman beralkohol secara bebas, Desy mengaku tidak tahu. Padahal, toko inis duah bertahun, tahun menyediakan minuman beralkohol berbagai merek, namun bagai tak tersentuh oleh aparat.

Desy mengaku akan menelusiri informasi itu. Menurut Desi, di pasal-pasal Permendag RI Nomor 20 itu dijelaskan tata cara yang diperbolekan menjual minuman beralkohol. Pada pasal 14 ayat 1, 2 dan 3, itu mengatur tentang batas usia warga yang boleh membeli alkohol.

Baca Juga :  Wako Dukung Pemprov Bangun Jalan Lingkar

”Seperti halnya di Swalayan Bintan 21, saat ini minuman beralkohol golongan A mereka pajang dekat minuman ringan. itu tdiak diperbolehkan. Hanya saja, mereka sudah membertahukan ke kami bahwa mereka sedang renovasi hingga untuk sementara ini kita maklumi,” ucap Desy.

Desy mengaku, pihak Disperdag Kota Tanjungpinang sudah meminta pihak Pasaraya Bintan Dua Satu untuk membuat konter khusus mikol. ”Jangan digabungkan mikol dengan minuman ringan,” terang dia.

Apabila tidak diindahkan oleh pihak swalayan maupun perusahaan yang menjual mikol, maka pihaknya akan memberikan sanksi. Sementara itu, Kepala Operasional Pasaraya Bintan Dua Satu, Sapto menyebutkan, pihaknya mengakui memajang mikol golongan A dekat dengan jenis minuman ringan lainnya di satu rak. Alasannya, saat ini swalayan 21 sedang dalam renovasi.

Baca Juga :  2019, Rp1 M untuk Gedung A Lima Lantai di Senggarang

”Jadi, kita susun mikol itu dengan minuman ringan lainnya,” kata Sapto saat dijumpai di tempat kerjanya beralamat Jalan Ir Sutami Tanjungpinang.

Sebelumnya, ia mengklaim, pihaknya sudah koordinasi hingga diberikan izin oleh Disperdagin Kota Tanjungpinang. Setelah renovasi selesai, pihak swalayan berjanji, akan membuat satu konter khusus untuk memajangkan mikol golongan A.

”Kami juga selama ini tidak sembarangan menjual mikol ke konsumen. Pembelinya tidak boleh usianya di bawah usia 21 tahun. Untuk memastikan usianya 21 tahun, karyawan yang sedang berjaga wajib meminta identitas konsumen beli mikol tersebut. Kalau tidak bawa KTP, maka tidak kita jual,” sebut dia.(dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here