Cuma 5 % Perusahaan Taat Salurkan CSR

0
877
FORUM CSR: Wali Kota Tanjungpinang saat memimpin rapat membahas pembentunan Forum CSR Tanjungpinang. f-ist/humas pemko Tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Kesadaran perusahaan di Tanjungpinang untuk menyalurkan Coorporate Sosial Responsibility (CSR) masih sangat rendah. Dari 2012 perusahaan yang ada di Ibukota provinsi Kepri ini, hanya sekitar 10 perusahaan saja yang rutin menyalurkan tanggungajawabnya berupa CSR. Artinya hanya sekitar 5 persen saja.

Minimnya kesadaran perusahaan menyalurkan dana CSR-nya, membuat pemerintah Kota Tanjungpinang berinsiiatif membentuk Forum CSR Kota Tanjungpinang. Beberapa daerah di Indonesia seperti Palembang, Surabaya dan lainnya, dana CSR-nya justru digunakan untuk membangun daerah.

Di Kota Bandung, Jawa Barat penghijauan juga dibiayai dari dana CSR. ”Saya berharap tahun ini Forum Coorporate Sosial Responsibility (CSR) Badan Usaha Kota Tanjungpinang terbentuk. Forum ini, nantinya akan mengkoordinir pelaksanaan program Tanggungjawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSL) yang berada di Kota Tanjungpinang,” kata Lis Darmansyah, Wali Kota Tanjungpinang, kemarin.

Ditegaskan Lis, pembentukan Forum CSR ini merupakan implementasi dari 7 regulasi kewajiban perusahaan dalam pelaksanaan Tanggungjawab Sosial Perusahaan, yaitu Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Yaitu, komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat.

Baca Juga :  Tes SKB CPNS di Batam

Baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya. Kemudian Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, dimana setiap perusahaan penanaman modal memiliki tanggungjawab melekat untuk menciptakan hubungan serasi, seimbang dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat.

Diperkuat lagi Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2001 tentang Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Peraturan Menteri Sosial Nomor 6 Tahun 2016 tentang Forum Tanggungjawab Sosial Badan Usaha dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial. Peraturan Menteri BUMN Nomor Per-03/MBU/12/2016 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara, dan Peraturan Walikota Nomor 12 Tahun 2016 tentang Tanggungjawab Sosial Lingkungan Perusahaan di Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  Lis Ingatkan Masyarakat Jaga Toleransi

”Jadi tidak ada alasan perusahaan BUMN maupun swasta tidak mau mengeluarkan dana CSR-nya untuk masyarakat,” tegasnya.

Kata Lis, pembentukan forum CSR merupakan salah satu langkah serta upaya guna mengoptimalkan fungsi CSR sebagai sumber pembiayaan pembangunan daerah yang didukung infrastruktur, kepariwisataan, ekonomi pembangunan dan budaya daerah.
Selama ini program CSR belum termanage dengan baik. Banyak perusahaan yang sudah banyak menyalurkan dana CSR, namun prosesnya dilakukan sendiri oleh masing-masing perusahaan, kalau dikelola secara optimal, maka penyaluran dana CSR bisa memberi manfaat bagi masyarakat secara luas.

Contohnya pengembangan olahraga, ekonomi kerakyatan, penataan kota seperti taman-taman, peningkatan kebersihan lingkungan, kesejahteraan sosial, dan program yang menyentuh langsung ke masyarakat.

”Sulit rasanya kalau membangun daerah hanya mengandalkan APBD. Melalui kemitraan pemerintah dengan BUMN dan sektor swasta, maka kita bisa membantu masyarakat dan akan mempercepat laju pembangunan di Kota Tanjungpinang,” tegasnya.

Baca Juga :  Tanjungpinang Paling Rawan

Lis menyebutkan, pembentukan tim forum CSR ini nantinya sebagai fasilitator dalam menghimpun, mengelola dan penyaluran dana CSR dari setiap perusahaan untuk mendorong pembangunan di Kota Tanjungpinang. Ke depan program CSR ini bisa terintegrasi dengan program-program pemerintah Kota Tanjungpinang.

Nantinya, tim yang akan dibentuk dalam forum CSR yang terdiri dari unsur BUMN, Perbankan, sektor perusahaan swasta, kalangan akademisi, serta unsur pemerintah sebagai tim fasilitasi CSR dan pembina. Kota Tanjungpinang sendiri memiliki potensi dana TJSL/CSR dari BUMN sebanyak 19 Perseroan dan 201 Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri. ”Mudah-mudahan dengan adanya forum CSR ini, penyaluran dana CSR bisa lebih terkoordinasi, sehingga pemanfaatan dapat lebih efektif,” harap Lis. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here