Curi BPKP, Toyota Rush Majikan Dijual

0
473
Masuk sel: Pelaku penggelapan (kanan) dan maling ayam (kiri) dijebloskan ke sel tahanan Polsek Bukit Bestari, kemarin. f-raymon/tanjungpinang pos

ketika sopir pribadi sakit hati ke Pimpinan 

Merasa sakit hati lantaran sering dimarahi dan dimaki majikannya, Makmur Saputro nekat menjual satu unit mobil Toyota Rush Putih dengan nomor polisi BP 1573 TQ milik bosnya.

Tanjungpinang – IA sudah bekerja selama satu setengah tahun menjadi sopir pribadi Juliana Mondoringin, bosnya. Itu juga yang membuat dirinya makin dekat dengan sang majikan.

Namun kedekatan tersebut membuat Makmur dengan leluasa masuk ke rumah dan mencuri BPKP, kunci cadangan dan faktur pembelian mobil tersebut.

Karena semuanya lengkap, si pembeli pun akhirnya percaya bahwa mobil tersebut bukan curian. Pasalnya, BPKP mobil itu bukan atas nama pelaku, namun atas nama majikannya.

Kejadian itu baru diketahui majikannya setelah menyuruh Makmur mengantar dirinya ke kantor. Saat hendak menjemput, Makmur datang menggunakan kendaraan lainnya dengan asalan mobil Rush sedang rusak.

Keesokan harinya, si majikan kembali menyuruh Makmur untuk masuk kerja seperti biasa dan membawa kendaraannya. Namun, pelaku tidak kunjung datang ke rumah korban dan nomor handphone yang bisa digunakan oleh tersangka sudah tidak aktif lagi.

Merasa ada kejanggalan pada sang sopir, si majikan mengecek isi lemarinya dimana BPKP dan surat-surat kendaraan disimpan.

Setelah melihat isi lemari dan mencari barang yang dicari sudah tidak ada, Juliana lalu melapor ke polisi telah kehilangan mobil dan BPKB. Laporan masuk ke Polsek Bestari 19 November 2016 lalu.

Usai mencuri BPKP dan faktur jual beli mobil, tersangka menjual mobil kepada Steven alias Acai seharga Rp 170 juta. Dengan bermodalkan uang Rp 170 juta itu, Makmur melarikan diri ke Yogyakarta.

Dua minggu di sana dan merasa tak nyaman, pelaku pindah ke Jakarta. Tiga bulan melakukan penyelidikan dan pemburuan, pihak kepolisian Polsek Bukit Bestari mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Jakarta.

Setelah mendapatkan petunjuk yang diyakini bahwa tempat tersebut merupakan tempat tinggal tersangka, Polsek bukit Bestari berkoordinasi dengan Opsnal Polsek Taman Sari Polres Jakarta Barat.

Pada (17/2/2017) sekitar pukul 23.30 Makmur berhasil dibekuk di Jalan Mangga Besar IVA nomor 22A Kecamatan Taman Sari Jakarta Barat.

Kanit Reskrim Polsek Bukit Bestari Ipda Raja Vindo mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka, ia mengakui telah melakukan tindakan pidana yang telah dilaporkan oleh terlapor Juliana dengan alasan tersangka sakit hati atau dendam kepada korban yang sering memaki dan memarahinya.

Tersangka dijerat dengan pasal 362 pencurian dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun penjara jo pasal 372 KUHP penggelapan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama empat tahun.

”Barang bukti yang diamankan satu unit mobil Toyota Rush BP 1573 TO, satu BPKB, satu STNK, satu lembar faktur dan dua kunci asli mobil,” ujarnya kepada wartawan, Senin (20/2).

Makmur Saputra mengaku bahwa sebelumnya ia memiliki hubungan asmara terhadap majikannya itu. Bekerja sebagai sopir selama satu tahun setengah. Dirinya nekat menjual mobil tersebut dikarenakan merasa sakit hati dimarahi oleh majikannya.

Tersangka Makmur Saputra menyebut bahwa sejumlah uang dari hasil kejahatannya digunakan untuk biaya hidup selama masa pelarian.

”Awalnya memang saya memiliki hubungan. Tapi sekarang tidak lagi. Saya sering dikatain kasar. Makanya saya jual mobil majikan saya,” ungkapnya.

Uang Kos Menunggak, Tv Teman Diembat
Memiliki tunggakan pada kamar kos yang tidak dibayar beberapa bulan dan sudah ditagih oleh pemilik kos, membuat Rahmat Taufik Hidayat (22) nekat mencuri televisi 32 inci milik sahabatnya.

Usai berhasil mencuri barang korban tersebut, pelaku menyimpannya di dalam kandang ayam milik pelaku.

Aksinya cukup licik. Untuk melancarkan aksi pencurian itu, tersangka mengajak Swaka, korban, jalan-jalan terlebih dahulu naik motor pelaku.

Setelah jalan-jalan, pelaku mengajak korban main ke rumahnya. Sampai di rumahnya, pelaku keluar dengan alasan ada urusan penting dan meminta korban menunggu di tempat kosnya di Jalan Maharani.

Rupanya pelaku kembali ke rumah korban untuk mencuri televisi tersebut dengan cara merusak gembok pintu rumah korban yang terletak di Jalan Sultan Mahmud.

Korban baru menyadari televisinya dicuri setelah salah satu tetangga kos yang melihat pintu kamar terbuka dengan kondisi televisi sudah tidak ada. Kemudian korban melapor ke polisi dan berhasil menangkap pelaku.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here