Daeng, Mantan Bupati Natuna Bebas

0
770
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, istri Daeng Rusnadi menunjukan surat kalau suaminya telah bebas, Kamis (8/3). f-raymon/tanjungpinang pos

Pejabat Mesti Jeli Lihat Tandatangan

TANJUNGPINANG – Setelah 8 tahun lima bulan mendekam dalam jeruji penjara, karena kasus korupsi, mantan Bupati Natuna Daeng Rusnadi akhirnya bebas. Bebasnya Daeng langsung disambut tokoh masyarakat Natuna yang bergabung Ikatan Keluarga Besar Natuna (IKBN) Tanjungpinang. Daeng Rusnadi juga disambut istrinya, Ngesti Yuni Suprapti yang kini ajdi Wakil Bupati Natuna. Setelah bebas, Daeng langsung menggelar syukuran di gedung Aula MAN Tanjungpinang, Kamis (8/3) sore.

Terlihat para tokoh masyarakat Natuna yang ada di Tanjungpinang menyambut Daeng seperti pahlwan pulang dari perang. Tampak raut wajah Daeng tersenyum. Para masyarakat ada yang mengabadikan kehadiran Daeng menggunakan kamera dan bersalaman. ”Badai pasti berlalu saya masih seperti yang dahulu,” kata Daeng Rusnadi sambil tersenyum, saat menyapa masyarakat.

Kekeluargaan terlihat saat terdengar suara canda dari Daeng Rusnadi terutama saat Daeng menggunakan bahasa Natuna. Kata dia, ia setia menunggu surat kebebasan selama 8 tahun lima bulan kurang lima hari. Setelah bebas dan menghirup udara segar, ia tidak ingin terjadi kehancuran lagi, terutama pada keluarganya.

”Dalam penjara saya mendapat ilmu yang banyak dapat meningkatkan agama,” tegasnya.
”Di dalam penjara saya belajar agama, Alhamdulillah saya dapat menghafal ayat Alquran,” sebutnya.

Daeng menuturkan, di dalam penjara kalau berusaha baik maka akan ada teman-teman baik. ”Kalau kita jahat, tidak ada yang mau menemani dan menolong kita. Saya sakit bukan istri dan anak yang menolong, tetapi teman sekamar lah yang menjaga dan merawat,” kenangnya.

Ia juga minta masyarakat agar tidak berurusan dengan hukum. ”Bagi masyarakat jangan sampai masuk penjara, di sana (penjara) tidak enak. Saya mohon maaf kalau saya punya salah,” jelasnya.

Daeng Rusnadi menuturkan, rasa syukur telah bebas dari penjara. Ia menjadikan pelajaran yang didapati selama ia ditahan. ”Alhamdulillah sudah bebas, evaluasi apa yang telah kita lakukan,” tuturnya.

Kata Daeng, setelah bebas ini, ia akan menenangkan diri dan menghabiskan masa bersama keluarga. ”Selama ini saya terkurung, sekarang ia bebas,” katanya.

Ia menceritakan, selama ditahan ia belajar agama, ada enam ustaz yang menjadi gurunya. Namun, apabila tidak ada ustaz maka ialah yang menjadi guru ngaji para murid di Lapas Tanjungpinang. ”Ada 80 orang laki laki dan 20 orang perempuan murid pesantren,” bebernya.

Ia mengimbau kepada para pejabat khususnya pejabat Natuna harus berhati-hati dalam bekerja. Ia menegaskan, cukup diri ia yang menjadi contoh. ”Apabila tandatangan itu lihat dan pahami apa isi surat itu jangan asal tandatangan, berbahaya bisa membawa petaka,” ujarnya.

Ngesti Yuni Suprapti istri Daeng mengatakan, sangat senang dengan kebebasan orang yang dicintai. ”Alhamdulillah sampai saat ini saya masih menyayangi dan mencintai dirinya,” pungkasnya. Usai acara syukuran selesai, warga memanfaatkan untuk berfoto bersama secara bergantian mereka rela mengantre demi mendapatkan foto bersama Daeng. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here