Daerah Harus Sigap Antisipasi Inflasi

0
508
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun didampingi Sekdaprov Kepri serta sejumlah pejabat Kepri lainnya saat memimpin rapat koordinasi TPID se-Kepri di Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (28/2) malam.F-istimewa/humas pemprov kepri

Gubernur Pimpin Rapat TPID se-Kepri

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengajak seluruh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kepri agar sigap dalam mengantisipasi inflasi. TPID harus segera memetakan keadaan yang akan terjadi agar tahu apa tindakan yang harus segera dilakukan.

TANJUNGPINANG – Untuk itu, diperlukan formula-formula yang baru yang tentunya harus bersifat permanen dan jangka panjang dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menekan laju inflasi.

Hal ini disampaikan Nurdin Basirun saat membuka Rapat Koordinasi TPID kabupaten dan kota se-Provinsi Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (28/2) malam.

Nurdin ingin Kepri memiliki kekuatan ekonomi yang mandiri di tiap daerahnya salah satunya untuk menghadapi inflasi yang rentan terjadi. Berbagai hambatan tentu terjadi di lapangan, tinggal bagaimana daerah masing-masing mampu menanganinya.

Baca Juga :  Bela Negara Tak Hanya Mengandalkan Senjata

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H. TS. Arif Fadillah selaku moderator rapat mengatakan bahwa dengan rakor yang digelar ini dapat menambah pengetahuan terkait kondisi ekonomi serta rasio inflasi.

”Selain menjadi masukan yang berharga bagi TPID, dari rakor ini juga diharapkan didapat strategi serta solusi dalam menekan laju inflasi,” ujar Arif.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri Gusti Raizal Eka secara singkat menjelaskan kondisi perekonomian Kepri di akhir tahun 2017 yang meskipun saat itu dalam proses perbaikan. Untuk tahun 2018 diperlukan peningkatan-peningkatan.

”Salah satunya dalam menumbuhkan gairah investasi,” ujar Gusti yang mengaku senang ketika membaca surat kabar bahwa upaya Gubernur agar dapat menjalankan proyek-proyek strategis disetujui Presiden Jokowi dan itu merupakan bentuk peningkatan investasi.

Baca Juga :  Empat Pelabuhan di Natuna Perlu Dikeruk

”Salah satunya jika proyek Jembatan Batam-Bintan (Babin) terealisasi maka berdampak positif seperti potensi industri yang akan meningkat,” tambah Gusti.

Terkait inflasi di tahun 2017, Gusti melaporkan bahwa di akhir tahun tersebut rasio inflasi dalam kondisi terkendali dengan 4,02 persen dan rasio tersebut berada di kisaran target yang sudah ditetapkan di awal tahun 2017.

”Itu yang harus terus kita jaga, di samping terus menumbuhkan ekonomi di daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gusti.

Kemudian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Panusunan Siregar mengatakan bahwa kondisi inflasi yang terjadi pada tahun 2017 mengharuskan Kepri untuk terus bekerja keras mencapai target inflasi nasional di tahun 2018.

Baca Juga :  Sembako dan Transportasi Natuna Jadi Perhatian Wagub

”Sebagaimana yang telah disampaikan bahwa target inflasi nasional adalah 3,5 plus 1 maka tahun ini kita harus terus berupaya menekan inflasi,” kata Panusunan.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Kepulauan Anambas Wan Zuhendra, Sekdako Tanjungpinang Riono, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemprov Kepri Ahmad Izhar, Kadis Energi dan SDM Pemprov Kepri Amjon, Karo Perekonomian Pemprov Kepri Heri Andrianto beserta perwakilan OPD kabupaten dan kota se-Kepri.(MARTUNAS – SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here