Daerah Maritim, Tetap Produksi Padi

0
290
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun bersama Wabup Bintan Dalmasri saat panen padi di Bintan, Sabtu (18/8). f-mazpram/humas pemprov kepri

BINTAN – Meski Kepri daerah maritim, bukan berarti tidak bisa memproduksi padi. Lingga dan Bintan terbukti sudah menghasilkan padi dengan kualitas tinggi.

Panen padi dilakukan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun bersama Wakil Bupati Bintan Dalmasry di Poyotomo, Kabupaten Bintan, Sabtu (18/8).

Gubernur menegaskan, bahwa Kepri harus mampu unggul di sektor pertanian. Walaupun 96 persen wilayah Kepri merupakan lautan, tapi jangan menghambat untuk unggul di sektor pertanian.

”Kita berupaya untuk mengembangkan sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan yang berada di Kepri,” kata Nurdin saat Panen Padi bersama PT Nirwana Lan Agrotek dan Balai Pengajian Teknologi Pertanian (BPTP) di Poyotomo di Bintan.

Nurdin senang pada kegiatan panen padi kali ini karena itu membuktikan bahwa sumber daya di Kepri dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Dia sangat bersyukur, karena setiap petani di Poyotomo ini berhasil mengelola lahan yang ada dengan baik.

Untuk itu, Gubernur mengapresasi kepada para petani yang telah berhasil mengolah sawah dan ladang, sehingga sukses menggarap lahan pertanian hingga panen sekarang ini.

”Petani dan BPTP Kepri, telah memberikan kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi,” ucap Nurdin.

Pemerintah memang menjadikan sektor pertanian sebagai program strategis, guna mewujudkan swasembada pangan. Hal ini sangat sejalan dengan program Kepri yang juga menjadikan sektor pertanian sebagai andalan.

Menuju masyarakat sejahtera, pengembangan perberdayaan pertanian adalah upaya membangun daya dengan mendorong atau memotivasi dengan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki.

Sementara itu, Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam menyampaikan apresiasi dari masyarakat Bintan kepada gubernur yang telah ikut membantu para petani di Bintan.

”Saya sangat berterima kasih kepada pak Gubernur, selalu membantu petani kita,” kata Dalmasri.

Dalmasri menceritakan kalau dirinya dan para petani termotivasi oleh Gubernur. Dan apa apa saja keperluan petani, selalu disiapkan Pemerintah Provinsi.  ”Jadikan kunjungan ini menjadi memotivasi kita bersama,” kata Dalmasri.

Harus Ada Inovasi
Pemkab Bintan kembali melakukan panen budi daya padi, hasil pengolahan petani. Saat ini, giliran Wakil Bupati (Wabup) Bintan yang panen padi di daerah kawasan wisata Poyotomo, bersama Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Usai panen padi, Dalmasri merasa bangga dengan hasil kerja dan semangat masyarakat, dalam memproduksi padi itu. Karena, secara tidak langsung telah membantu mengembangkan sektor pertanian di Bintan.

Baginya, ini merupakan upaya-upaya terobosan untuk mengembangkan berbagai sektor yang memang potensial. ”Lahan pertanian kita memang tidak seluas di Pulau Jawa, tapi sejatinya kita punya potensi itu. Tinggal bagaimana kita melakukan inovasi berkesinambungan agar potensi itu benar-benar bisa dimanfaatkan. Ini salah satu contohnya,” ujar H Dalmasri Syam.

Selain itu, wabup juga memberikan motivasi kepada petani dan masyarakat sekitar agar bisa serius dan fokus di sektor pertanian ini. Pemerintah terus memberikan dukungan.
Padi yang dikembangkan merupakan jenis padi infara 2 yang umurnya mencapai 120 hari sebelum memasuki masa panen. Tahun 2017 lalu, Kelompok Tani Poyomakmur telah melalukan panen perdana mencapai 5,2 ton. Tahun ini, panen diperkirakan mencapai 5,8 ton.

Robinson Putra dari BPTP Kepri menerangkan, Kelompok Tani Poyomakmur ini merupakan binaan mereka bersama Dinas Pertanian. Melihat kondisi tanah yang mengandung banyak zat besi, maka metode penanaman menggunakan teknologi pencucian serta pengairan tersaring. (mas/fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here