Daerah Perbatasan Butuh Guru Bidang Studi

0
110
PELAJAR di perbatasan saat belajar di perpustakaan di daerah perbatasan. F-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

Nasib pelajar di daerah terluar, terdepan dan tertinggal sangat memprihatinkan. Sehingga, siswa-siswi di daerah tertinggal benar-benar tertinggal dalam hal pendidikan.

ANAMBAS – Seperti yang terjadi di SMP N 1 Siantan Timur, yang masih membutuhkan tenaga pengajar untuk beberapa bidang studi. Siswa-siswi di sekolah tersebut tidak memiliki guru mata pelajar terpenting yakni matematika dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).

Untuk mengatasi hal tersebut, akhirnya kepala sekolah yang menggantikan guru matematika dan PKN tersebut. ”Secara aturan, kita tidak boleh lagi ikut mengajar. Tetapi karena tidak ada pilihan lain, kita pun harus turun tangan untuk mengatasinya,” ungkap Kepala sekolah SMP N 1 Siantan Timur Saharuddin, Senin (7/5).

Dirinya mengaku, kondisi yang ada saat ini begitu miris karena dua mata pelajaran tersebut sangat vital dalam sekolah. Menurutnya, matematika itu pelajaran wajib dalam UN dan PKN juga sangat penting untuk membentuk kepribadian siswa agar siswa memiliki moral yang baik dan mengerti tentang negaranya. ”Keduanya merupakan pelajaran terpenting di sekolah,” keluhnya.

Ia juga menjelaskan, jumlah siswa di SMP N 1 Siantan Timur tahun ajaran 2017/2018 sebanyak 106 siswa yang terbagi menjadi 5 kelas. Untuk kelas satu dan dua, masing-masing dua kelas dan kelas tiga satu kelas. Namun, untuk tahun ajaran 2018/2019 jumlah kelas bertambah satu menjadi 6 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 124.

Sementara itu, jumlah pegawai yang ada di sekolah tersebut ada sebanyak 17 orang yakni terdiri dari 9 tenaga Tata Usaha (TU), 8 guru. Dari 8 guru yang ada, lanjut Saharuddin, lima diantaranya guru tidak tetap (GTT) dan tiga lainnya merupakan guru PNS. ”Untuk perbandingan jumlah siswa dengan guru itu tidak terlalu dipermasalahkan, dan yang paling penting setiap guru mata pelajaran harus ada,” ungkapnya.

Mengenai laporan kepada dinas terkait, pihaknya sudah sering menyampaikan keluhan ini tapi sampai saat ini belum juga ada guru yang dibutuhkan tersebut. ”Laporan bulanan sudah disampaikan, tapi kemungkinan memang karena keterbatasan SDM, atau mungkin ada alasan lain saya tidak tahu,” ungkapnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here