Daftar SMAN 3 Batam, Jangan Lihat Zonasi

0
1655
WAKIL Gubernur Kepri H Isdianto foto bersama dengan siswa dan guru usai menjadi irup di salah satu SMA di Batam, belum lama ini. F-istimewa

DOMPAK – Peserta didik baru yang tinggal di kawasan SMAN 3 Kota Batam tidak perlu lagi khawatir tak dapat mendaftar di sekolah tersebut. Pasalnya, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini tidak memberlakukan lagi sistem zonasi berdasarkan kecamatan sebagaimana yang dilakukan tahun lalu.

”Tahun lalu, penerimaan peserta didik baru, kita gunakan sistem zonasi berdasarkan kecamatan. Tahun ini, sistem itu tidak diberlakukan lagi. Hal ini tentu baik, misalnya untuk SMAN 3 Kota Batam,” ujar anggota Komisi IV DPRD Kepri dr Jusrizal, kemarin.

Jusrizal menjelaskan, penerimaan peserta didik baru di SMAN 3 Kota Batam sedikit bermasalah pada tahun lalu. Sebab, sekolah tersebut masuk dalam kecamatan Batam Kota.

Namun, ia langsung bersebelahan dengan Kecamatan Nongsa. Letak administrasi tersebut membuat peserta didik baru dari Kecamatan Nongsa tidak bisa mendaftar di sekolah ini. Karena, penerimaan peserta didik barunya masih menggunakan sistem zonasi berdasarkan kecamatan.

”Sekarang kita tetap pakai sistem penerimaan peserta didik baru yang tinggal dekat dengan sekolah. Mereka inilah yang diprioritaskan,” tegas Jusrizal.

Menurut Jusrizal, dalam penerimaan peserta didik baru setiap sekolah memprioritaskan 90 persen peserta yang tinggal dekat sekolah. Di dalam 90 persen itu, ada jatah untuk peserta didik baru yang tidak mampu secara ekonomi.

Mereka diberi jatah khusus setelah menyerahkan Kartu Indonesia Pintar atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)

”Selain itu, biarpun peserta didik baru memiliki nilai yang jelek tetapi dia tinggal dekat sekolah, dia pun bisa dipertimbangkan untuk masuk ke sekolah tersebut,” tambah Jusrizal.

Sedangkan 10 persen sisanya dibuka untuk peserta didik berprestasi non akademik dan yang tinggal di luar zona sekolah. Jatah masing-masing peserta didik yang masuk kelompok ini sebesar 5 persen.

”Kami sengaja menerapkan kebijakan ini supaya kemampuan sekolah itu rata-rata sama. Tidak ada lagi semua sekolah unggulan, tetapi semua sekolah negeri itu sama,” tegas Jurizal.

Kabid SMA Disdik Kepri Atmadinata menambahkan, penerimaan peserta didik baru tingkat SMA/SMK/MA/SLB tahun ajaran 2018-2019 berlangsung selama sepekan. Atmadinata mengatakan, penerimaan peserta didik tersebut dibuka selama 2-7 Juli 2018 mendatang. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here