Daging Mahal, Ikan Segar Makin Laku

0
552
PEDAGANG: Pedagang ikan di Pasar Bintancenter saat melayani pembeli, Kamis (22/6). f-andri/tanjungpinang pos

Warga Tanjungpinang banyak yang memilih membeli ikan segar sebagai pengganti protein saat berbuka puasa dan lebaran nanti. Itu juga upaya menghemat karena harga daging sapi dan ayam masih tinggi.

TANJUNGPINANG – Hingga Kamis (22/6), harga daging segar masih Rp160 ribu per kilo dan daging beku Rp 80 ribu per kilo. Sedangkan, daging ayam mencapai Rp 37 ribu hingga Rp 40 ribu per kilo. Tia, warga Tanjungpinang mengaku lebih suka makan ikan daripada makan daging. Karena, daging saat ini harganya masih terlalu tinggi.

”Suka makan ikan. Karena lebih sehat”, kata Tia, kemarin. H-3 Lebaran, harga ikan laut maupun ikan air tawar segar di sejumlah pasar tradisional di Kota Tanjungpinang masih stabil. Rata-rata harga ikan tak mengalami kenaikan. Hal ini karena stok dari agen lancar serta permintaan yang cenderung normal. Biasanya harga ikan akan naik jelang Lebaran karena stok berkurang banyak nelayan tak melaut.

Misalnya, di Pasar Bestari Bincen Tanjungpinang, Kamis (22/6) kemarin, harga ikan tongkol Rp 13 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram. Ikan selar Rp 35 ribu, ikan mata besar Rp 22 ribu sampai Rp 25 ribu per kilo dan ikan kembung Rp 30 ribu per kilo. ”Alhamdulillah, harga ayam potong masih Rp 37 ribu per kilonya. Sampai saat ini, harga ayam masih stabil. Harga ikan juga masih stabil,” kata Likan, salah satu penjual ayam potong dan ikan di Pasar Bestari Bincen Tanjungpinang, Kamis (22/6).

Ia memprediksi, harga ayam potong yang dijualnya bakalan naik sekitar Rp 3 ribu mulai hari ini, Jumat (23/6) menjadi Rp 40 ribu per kilonya. Karena, permintaan pasti banyak, stok mulai berkurang.  ”Ini sudah jadi hukum pasar, stok terbatas harga pasti naik,” tegasnya. Berbeda dengan harga daging sapi segar mengalami penurunan Rp 10 ribu, dari Rp 170 ribu per kilo menjadi Rp 160 per kilogram. Harga daging segar turun, karena beberapa pedagang daging segar telah sepakat dengan Kasat Reskim Polres Tanjungpinang, untuk menurunkan harga daging, semulai Rp 170 ribu jadi Rp 160 ribu.

Sebelumnya Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah bersama pedagang daging sapi sepakat jika harganya tidak lebih dari Rp 155 ribu per kilo. Tapi, kesepakatan ini dilanggar pedagang. Rabu (21/6) harga daging sapi tembus di Rp 170 ribu dari sebelumnya Rp 155 ribu per kilo. ”Harga daging sapi segar sudah turun Rp 10 ribu per kilo sekarang sudah Rp 160 ribu saja,” kata Syahril, penjual daging sapi segar di Pasar Bestari Bincen Tanjungpinang. Syahril mengatakan, kini daging sapi segar mencapai Rp 160 ribu per kilo hingga sampai Hari Raya Idul fitri 1438 Hijriah nanti.

”Kita tidak akan naikkan harga daging sapi lagi, sampai hari raya nanti. Ini keputusan bersama, pedagang pemerintah dan kepolisian,” terang dia. Penjualan daging sapi segar juga telah mengalami peningkatan mencapai 60-70 persen dari hari biasanya. Sebab sepekan menjelang Lebaran masyarakat sudah mulai membeli daging. ”Ini baru agak sepi. Tadi, ramai yang beli daging segar di sini,” ucap dia. Untuk harga ikan masih stabil sebab stoknya masih banyak.

”Harga ikan masih stabil, tidak ada keniakan harga untuk setiap jenisnya,” kata Napi, salah satu penjual ikan segar. ”Mudah-mudahan harga ikan tidak naik,” ucap dia. Meski demikian, ia menilai pembeli ikan turun dari biasanya, sebab menjelang Lebaran banyak masyarakat membeli daging.

”Karena daging mahal, mudahan masyarakat menborong membeli ikan untuk Lebaran nanti,” sebut dia. Begitu juga dengan harga bumbu dapur tidak mengalami kenaikan harga. Saat ini, harga cabai merah Rp 34 ribu, cabai rawit Rp 26 ribu, cabai hijau Rp 28 ribu, bawang merah India Rp 9 ribu, dan bawang merah Thailan Rp 29 ribu per kilo.

“Bawang merah Jawa tidak ada. Karena petani bawang belum panen bawang merah Jawa sekarang,” ucap dia. Harga bawang putih sudah mengalami penurunan sekitar mencapai Rp 23 ribuan per kilogram, dari harga awal Rp 50 ribuan menjadi Rp 27 ribu per kilo.

”Bisa jadi seperti itu. Ini saja sepi yang beli,” sebut dia. Samsudin, salah satu nelayan di Kawan mengatakan para nelayan panen rezeki jelang Lebaran. Karena,hasil tangkapan cukup lumayan. ”Seperti sotong, biasanya bulan tujuh baru banyak. Sekarang nelayan sudah panen ikan,” tegasnya.(ANDRI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here