Daging Segar Kemahalan, yang Beku Lebih Laku

0
689
DAGING BEKU: Pedagang mengiris daging beku di Pasar Baru. F-DOK/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Jelang Lebaran, konsumsi daging beku meningkat signifikan. Saat memasuki puasa, stok daging beku yang tersedia ada Rp 21 ton. Kini hanya tinggal 6 ton saja. Apalagi pemerintah menetapkan harga daging beku sebesar Rp80.000 per kilogram (kg). Ini membuat daging beku makin laku. Hal ini tidak terlepas dari masih mahalnya daging sapi segar yang masih di level Rp150.000 hingga Rp155.000 per kilogram (kg) di pasar tradisional Tanjungpinang.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian Kehutanan dan Energi (KP2KE) Kota Tanjungpinang, Hj Raja Khairani mengatakan, daging beku yang beredar di pasar tradisional di Tanjungpinang, berasal dari dua negara. Yakni New Zealand dan Australia. Dua distirbutor daging beku yakni PT Dewi Sertika dan PT Cahaya Abadi.

”Semalam kita sudah cek ke dua distributor tersebut. Alhamdulillah, stok daging beku aman hingga lebaran nanti,” kata Raja Khairani. Kata mantan Kepala BKD ini, stok daging beku saat ini masih tersedia 6 ton saja dari PT Dewi Sertika. Sedangkan stok daging beku di gudang penyimpanan Cahaya Abadi, sudah habis laku terjual di pasar tradisional Tanjungpinang. ”Kebutuhan daging beku dan daging segar terus meningkat,” tegasnya. Kata dia, diperkirakan H-1 lebaran dibutuhkan 90 sapi yang akan dipotong.

”Setiap tahun jelang Lebaran permintaan daging segar dan beku terus meningkat,” tegasnya. Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah mengatakan, ada dua distributor yang memasukkan daging beku di pasar tradisional Tanjungpinang. Kedua distributor tersebut memiliki izin menjual daging beku di Tanjungpinang.

Kemudian, daging beku dari Australia adalah legal. Artinya, daging beku dari Australia layak di konsumsi oleh masyarakat Indonesia termasuk masyarakat Tanjungpinang. Jadi, masyarakat tidak perlu takut dan cemas untuk mengkonsumsi daging beku di Hari Raya Idul Fitri bersama keluarganya. Daging beku yang dijual oleh pedagang sesuai dan berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditentukan oleh pemerintah, yakni Rp 80 ribu per kg.

”Semalam saya sidak ke pasar dengan Bapak Kapolres Tanjungpinang. Alhamdulillah, aman dan kondusif. Tidak ada gejolak tentang masalah daging di pasar,” terangnya. ”Daging beku yang dijual pedagang sudah kita tinjau di gudang distributor daging beku itu kok. Aman, legal dan boleh dikonsumsi oleh masyarakat,”ujarnya. Ia minta kepada pedagang agar tidak menaikkan harga menghadapi Lebaran ini.

”Ini yang kita tidak mau. Jangan mencari keuntungan saja. Ya, sesekali beramal di bulan baik ini,” imbau dia ke pedagang. Lis minta masyarakat untuk tidak khawatir untuk mengkonsumsi daging beku tersebut.

”Kita sudah cek ke gudang penyimpanan daging beku. Dua perusahaan ini memiliki izin, dan daging beku yang dijulanya memiliki izin impornya. Alhamdulillah, aman dan layak dikonsumsi,” sebutnya. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here