DAK Dikurangi Rp 20 M, Dewan Tunda Paripurna

0
311
JALAN BARENG: Bupati Bintan H Apri Sujadi jalan bareng Kepala DPKAD Mohd Setioso, saat berada di Jakarta. F-ISTIMEWA

BINTAN – Menteri Keuangan RI mengurangi Dana Alokasi Khusus (DAK) hampir Rp 20 miliar, untuk APBD 2018 Kabupaten Bintan. DPRD Bintan menunda jadwal paripurna penandatanganan nota kesepkataan KUA dan PPAS untuk APBD 2018, Rabu (1/11) kemarin. Selain itu, kegiatan beberapa OPD terpaksa dipangkas.

Pada saat penyerahan KUA dan PPAS untuk penyusunan APBD murni 2018, estimasi total belanja Bintan awalnya sebesar Rp 1,097 triliun. Dari total APBD itu, belanja tidak langsung atau belanja pegawai hanya Rp 491 miliar. Sedangkan belanja pembangunan pada pos belanja langsung mencapai Rp 605 miliar. DPRD Bintan dengan TAPD sudah melakukan pembahasan.

”Rencananya KUA dan PPAS 2018 yang sudah dibahas itu, disepakati bersama, Rabu sore. Tapi, kami baru mendapat informasi, kalau DAK dikurangi Rp 20 miliar. Otomatis, belanja tahun anggaran 2018 nanti, berkurang juga. Jadi, kita bahas lagi. Paripurna ditunda sampai Senin atau Selasa, pekan depan,” kata Agus Wibowo, Wakil Ketua DPRD Bintan, kemarin.

Bupati Bintan H Apri Sujadi melalui Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Bintan Mohd Setioso membenarkan, terjadi pengurangan DAK pusat untuk APBD murni 2018 Bintan. ”Pengurangan dari Menteri Keuangan RI ini, untuk DAK fisik,” kata Setioso, di sela rapat sinkronisasi bersama DPRD Bintan.

Setioso menyebutkan, awalnya pendapatan daerah yang bersumber dari DAK itu diproyeksikan pada KUA dan PPAS sebesar Rp 87,546 miliar. Namun, pemerintah pusat mengurangi hampir Rp 20 miliar. Sehingga, DAK untuk Kabupaten Bintan tersisa sekitar Rp 69,567 miliar.

”PMK untuk pengurangan DAK fisik ini belum sampai kepada Pemkab Bintan. pada Dinas PUPR, Dinas Perkim dan Dinas Kesehatan,” kata Setioso, dan dibenarkan Kepala DP3D Wan Rudi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here