DAK Pendidikan Hanya Rp 3,2 Miliar

0
437

NATUNA – DANA Alokasi Khusus (DAK) untuk Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan dana DAK untuk Natuna berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), yang merupakan sistem pendataan skala nasional yang terpadu dan menjadi sumber data utama.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdisdikpora) Lingga Marka Dj mengatakan, tahun ini Disdikpora mendapatkan kucuran DAK sekitar Rp 3,2 miliar dan sebagian diantaranya untuk merehabilitasi gedung sekolah kategori sedang.

”Untuk itu, kepala kepala sekolah diharapkan mampu mengawasi kegiatan pembangunan rehab sekolah melalui anggaran DAK,” ujar Marka Dj, Minggu (28/5).

Hal senada disampaikan Kepala Seksi Sarana Prasana Pendidikan Dasar Azmi menjelaskan, pada tahun 2017 anggaran DAK untuk bidang pendidikan sebesar Rp 1,416 miliar untuk merehabilitasi sedang Bangunan Sekolah.

Menurutnya, ada enam sekolah pada tahun 2017 yang terdiri tiga sekolah SD dan tiga SMP yang akan direhab.Ia menjelaskan, pencairan dana tersebut di bagi menjadi tiga tahapan pencairan yakni tahap pertama 40 persen, tahap kedua 30 persen dan terakhir 30 persen.

”Anggaran yang dikucurkan untuk enam sekolah itu, SMP 1 Bunguran Utara, SMP 1 Midai dan SMP 2 Bunguran Timur, SDN 01 Air Payang Pulau Laut, SDN 03 Midai dan SDN Harapan Rakyat,” jelas Azmi.

Untuk total anggaran DAK tahun 2017 ini, Disdikpora Natuna mendapat Rp3,2 miliar lebih kecil dari pada tahun 2016 lalu yang hampir mencapai sekitar Rp 10 Miliar.

”Tahun 2017, berdasarkan data Dapodik dari sekolah di seluruh Kabupaten Natuna mendapat 3,2 miliar. Provinsi menilai, masih banyak sekolah di luar Natuna yang masih di utamakan pembangunanya,” jelasnya.

Ia pun menambahkan, tanpa perencanaan pendidikan yang matang maka seluruh program yang terbentuk dari perencanaan tersebut akan jauh dari tujuan yang diharapkan.

”Untuk melaksanakan perencanaan pendidikan, maupun untuk melaksanaan program-program pendidikan secara tepat sasaran, dibutuhkan data yang cepat, lengkap, valid, akuntabel dan terus diperbarui,” jelasnya.
Hal ini yang menjadi acuan pendataan Depodik, untuk menjalankan program pendidikan melalui anggaran DAK.(HERDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here