Damkar Sosialisasi Cegah Kebakaran di Pemukiman

0
802
SOSIALISASI: Perangkat RT saat mengikuti sosialisasi cegah kebaran di perumahan yang dilaksanakan di Aula Kantor Lurah Air Raja oleh Satpol PP Damkar Tanjungpinang. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

Sudah 100 Rumah Jadi Korban Kebakaran

TANJUNGPINANG – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Tanjungpinang mendagadakan sosialisasi pencegahan kebakaran.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Lurah Air Raja, Selasa (10/10). Peserta merupakan Perangkat RT dan RW di Kelurahan Air Raja.

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Kebakaran dari Satpol PP dan Damkar Kota Tanjungpinang, Nanang Heri Kuswanto kepada Tanjungpinang Pos menuturkan, dibeberapa kawasan perumahan sering terjadi kebakaran.

Seperti belum lama ini, di kawasan Batu 9, tepatnya di belakang Swalayan Pinang Lestari. Di Ganet, Bukit Cermin, Tambak, Senggarang dan Batu 14.

Diperkirakan dari awal tahun sampai akhir Septeber ada sekitar 100 rumah korban kebakaran. Bebebrapa penyebab kebakaran, diantaranya hubungan arus pendek listrik serta terjadi kebocoran pada tabung gas. Ini tidak terlepas dari kelalaian individu.

Baca Juga :  Bulan Valentine, Saimen Bakery Berikan Harga Diskon

”Dipenyuluhan ini kita memberikan serta mengajak masyarakat untuk mencegah kebakaran sejak dini di rumahnya masing-masing,” kata.

Jika terjadi kebakaran di rumah, Nanang minta masyarakat untuk tidak panik. Misalnya, seperti kejadian kebocoran tabung gas, maka segera melepaskan regulator yang melekat pada tabung gas.

Setelah itu, bawa tabung gas ke luar dari rumah secepat mungkin. Sehingga bau gas yang keluar dari tabung gas elpiji tidak menjalar hingga memenuhi ruang rumah.

”Kalau sudah panik, saya yakin korban akan lupa untuk melepaskan regulator tersebut,” ucap dia.

Kemudian, langkah selanjutnya, masyarakat mengambil keset, karung goni atau kain yang sudah dibasah dengan air. Setelah itu, kain, keset atau karung goni yang sudah basah yang tempelkan ke atas kompor atau barang terbakar. Sehingga api yang menyala tersebut bisa langsung padam.

Baca Juga :  Pengunjung Pasar Takjil Harus Taat Lalu Lintas

Bisa juga, masyarakat menggunakan alat pemadam api sejenis powder/CO2. ”Kobaran api tersebut jangan disiram air. Nanti, api makin membesar,” terang dia.

Kalau api makin membesar, ia minta masyarakat langsung secepatnya menghubungi Damkar agar mendapat bantuan penanganan. Apabila masyarakat memberikan informasi terjadi kebakaran, ia sarankan kepada masyarakat untuk memberikan alamat lokasi kebakaran dengan lengkap.

Kemudian, akses jalan menuju ke lokasi kebakaran jangan dihalangi dengan kendaraan serta masyarakat yang menyaksikan kebakaran tersebut.

”Ini yang selalu terjadi di kita. Kalau akses jalan di tutup, macam mana mobil Damkar kita bisa masuk dengan cepat menuju ke lokasi kebakaran,” ujarnya.

Disela ini, ia mengimbau kepada masyarakat yang ingin keluar rumah, hendaknya terlebih dahulu mengecek tabung gas hingga colokan listrik yang masih menempel di stop kontak yang harusnya diabut atau dilepaskan.

Baca Juga :  Warga Pelantar Minta PJU

Supaya tidak terjadi kebakaran saat tidak berada di rumah. ”Jangan lupa matikan lampu rumah. Listrik yang menyala dapat pemicu kebakaran,” sebut dia.

Kesempatan ini, Lurah Air Raja, Husain Ahmad memberikan apresiasi kepada Damkar yang sudah melakukan penyuluhan pencegahan kebakaran dengan warganya.

”Mencegah lebih lebih, daripada kita menyesal dibelakang hari. Karena kalau sudah terjadi, semua barang kita di rumah habis terbakar,” kata Husain.

Ia minta perangkat RT/RW untuk menyampaikan ke warganyam bagaimana cara mencegah terjadi kebakaran di rumahnya masing-masing.

”Kita harapkan melalui perangkat RT-RW dapat menyampaikan keseluruh kenalan dan warga sekeliling tempat tinggal. Tujuannya agar semua aman,” harap dia.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here