Dampak Kesehatan Akibat Mengkonsumsi Obat Berlebihan

0
61
Marda Susi Putri

Oleh: Marda Susi Putri
Mahasiswa Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, UMRAH

Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki system fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia (UU No 36 tahun 2009). Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Berdasarkan UU No 36 tahun 2009 pasal 40 angka 1 pemerintah menyusun daftar dan jenis obat yang secara esensial harus tersedia bagi kepentingan masyarakat. Daftar dan jenis obat sebagaimana dimaksud pada ayat 1 ditinjau dan disempurnakan paling lama setiap 2 (dua) tahun sesuai dengan perkembngan kebutuhan dan teknologi, pemerintah menjamin agar obat sebagaimana dimaksud pada angka (1) tersedia secara merata dan terjangkau oleh masyarakat.

Seperti yang kita ketahui, banyak di masyarakat kalangan remaja yang mengkonsumsi obat berlebihan untuk menghilangkan rasa sakit atau untuk meringankan dan mencegah penyakit. Tanpa kita sadari terlalu banyak obat yang kita konsumsi justru bisa menimbulkan resiko dan efek samping serta kemungkinan sesuatu yang buruk terjadi. Mengkonsumsi obat yang berlebihan, kemungkinan bisa mengalami masalah dalam bidang interaksi yang mempengaruhi kesehatan seseorang, serta bisa menimbulkan banyak beban pada diri seseorang. Kemudian perlu kita ketahui, apa saja akibat jika seseorang mengkonsumsi obat berlebihan? De Monte dan Norman P Tomaka menuturkan konsumsi obat yang banyak kemungkinan bisa mengalami masalah dalam 3 bidang utama, yaitu: 1) Interaksi obat, satu obat bisa bekerja melawan obat lainnya dalam cara yang aneh sehingga semakin besar risiko adanya interaksi yang bisa mempengaruhi kesehatan orang tersebut. 2) Mempengaruhi kepatuhan minum obat, semakin banyak obat yang diminum maka akan menimbulkan banyak beban pada diri orang tersebut sehingga meningkatkan risiko berkurangnya kepatuhan dalam minum obat. Kurangnya kepatuhan akan memicu kondisi lain, seperti kurang patuh minum antibiotik bisa membuat bakteri menjadi bakteri lebih kebal. 3) Efek samping, setiap obat yang dikonsumsi memiliki risiko efek samping tersendiri, dan kadang obat yang satu bisa menutupi gejala efek samping dari obat yang lain. Sehingga jika ada reaksi yang merugikan, seseorang menjadi sulit menebak obat mana yang memicu efek samping tersebut.

Penggolongan obat menurut undang-undang dikelompokkan menjadi : 1) Obat bebas: Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli secara bebas dan tidak membahayakan si pemakai dalam batas dosis yang dianjurkan; diberi tanda lingkaran bulat berwarna hijau dengan garis tepi hitam. 2) Obat bebas terbatas (daftar W = waarschuwing = peringatan): Obat bebas terbatas adalah obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter dalam bungkus aslinya dari produsen atau pabrik obat itu, kemudian diberi tanda lingkaran bulat berwarna biru dengan garis tepi hitam serta diberi tanda peringatan (P No.1 sampai P No.6). 3) Obat keras (daftar G = geverlijk = berbahaya): Obat keras adalah semua obat yang memiliki takaran dosis minimum (DM), diberi tanda khusus lingkaran bulat merah garis tepi hitam dan huruf K menyentuh garis tepinya, semua obat baru kecuali ada ketetapan pemerintah bahwa obat itu tidak membahayakan, dan semua sediaan parenteral/injeksi/infus intravena. 4) Psikotropika: Psikotropika adalah obat yang memengaruhi proses mental,meransang atau menenangkan, mengubah pikiran/perasaan/kelakuan seseorang; contohnya golongan barbital/luminal, diazepam, dan ekstasi. 5) Narkotik: Narkotik adalah obat yang diperlukan dalam bidang pengobatan dan IPTEK serta dapat menimbulkan ketergantungan dan ketagihan/adiksi yang sanga merugikan individu apabila digunakan tanpa pembatasan dan pengawasan dokter; contohnya kodein, metadon, petidin, morfin, dan opium.

Ada beberapa tanda tanda anda terlalu banyak mengkonsumsi obat.
1) Kesulitan mengikuti jadwal minum obat, Ketika ada terlalu banyak obat yang harus diminum, mungkin Anda kesulitan untuk mengikuti aturan dan jadwal minum obat tersebut. Jika ini terjadi, bisa dipastikan kalau Anda telah memasuki fase di mana jumlah obat yang Anda konsumsi terlalu banyak. Untuk itu, sebaiknya segera bicarakan dengan dokter Anda mengenai mana obat yang memang harus dikonsumsi dan mana yang masih bisa ditunda. Penting agar dokter mengetahui semua jenis obat yang Anda konsumsi, baik itu obat yang dijual bebas atau tanpa resep, obat yang diresepkan, maupun obat herbal. Pasalnya, beberapa jenis obat bisa menyebabkan interaksi obat sehingga akan tidak menutup kemungkinan akan timbul efek samping.
2) Muncul gejala baru, Salah satu tanda yang paling mudah disadari ketika seseorang terlalu banyak minum obat yakni muncul gejala baru yang mungkin belum pernah dialami sebelumnya. Hal ini dijelaskan lebih lanjut oleh dr. Nesochi Okeke-Igbokwe, seorang spesialis penyakit dalam di NYU Langone Medical Center. Menurutnya, mengonsumsi obat dalam jumlah banyak bisa memicu risiko interaksi obat. Jika ini terjadi, maka dapat berakibat pada munculnya sejumlah gejala seperti tubuh terasa lemas, kemampuan otak menurun, gangguan pencernaan, palpitasi jantung, hingga timbul masalah kulit. Namun, gejala ini tergantung dari jenis obat apa yang dikonsumsi bersamaan dan menimbulkan reaksi.
3) Mengalami nyeri sendi atau otot, Pernahkah selama rutin minum obat, Anda merasa nyeri sendi dan otot? Jika ya, hati-hati bisa jadi ini tanda bahwa Anda terlalu banyak minum obat. Dr. Barbara Bergin, seorang ahli bedah ortopedi di Texas, menjelaskan bahwa dampak yang mungkin terjadi saat jumlah obat yang dikonsumsi terlalu banyak adalah rasa sakit. Umumnya, sumber rasa sakit ini berasal dari radang sendi, sendi yang terkilir, atau nyeri otot. Namun, ada juga rasa sakit lainnya yang bukan bersumber dari masalah sendi dan otot.
4) Mengalami masalah mental, Faktanya, minum obat dalam jumlah yang melebihi batas tidak hanya berakibat pada kesehatan fisik Anda saja, tapi juga dapat memicu timbulnya masalah mental dan emosional.
5) Keliru minum obat, Kalau sudah terlalu banyak minum obat, bisa saja Anda jadi keliru minum jenis obat yang salah. Nah, jika ini terjadi, Karin Josephson, seorang apoteker di Westfields Hospital and Clinic di Wisconsin, menyarankan Anda untuk memiliki tempat penyimpanan obat khusus yang dilengkapi dengan daftar obat harian.

Ingat!!! Kesehatan itu sangat penting, berharga didalam hidup. Tubuh yang sehat sanggup meringankan anda dalam melakukan berbagai macam pekerjaan dan kesibukan tanpa kendala karena mempunyai raga yang bugar, tentu saja akan menghasilkan jiwa yang damai dan perasaan yang seimbang. Memperhatikan kesehatan sangatlah penting bagi semua orang maka dari pada itu konsumsilah obat secukupnya dan jangan terlalu banyak karena akan sangat berdampak pada kesehatan. Kejayaan akan terasa indah jika dibarengi dengan fisik dan jiwa yang sehat. Sayangnya banyak sebagian orang menyepelekan pentingnya memperhatikan kesehatan tubuh, semoga bagi para anda yang sering minum obat berlebihan bisa menyadari,dan perhatikan juga dalam mengkonsumsinya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here