Dampak Permukiman Kumuh Bagi Kesehatan

0
8120
Nurul Yutami

Oleh : Nurul Yutami
Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang
Jurusan Kesehatan Lingkungan

Bagi kota Tanjungpinang, persoalan kemiskinan masih merupakan masalah yang selalu disikapi dengan serius oleh pemerintah. Pasalnya, masalah kemiskinan bisa menyebabkan terjadinya kantong-kantong kemiskinan yang kronis dan kemudian menyebabkan lahirnya berbagai persoalan sosial di luar kontrol atau kemampuan pemerintah kota untuk menangani dan mengawasinya. Hanya saja, kemiskinan masih menjadi salah satu masalah sosial yang tidak mudah untuk diatasi di Tanjungpinang.

Beragam upaya dan program dilakukan pemerintah untuk mengatasinya. Namun, masih saja banyak kita jumpai permukiman masyarakat miskin di hampir setiap sudut kota yang disertai dengan ketidaktertiban dalam hidup bermasyarakat di perkotaan. Misalnya yaitu, pendirian rumah maupun kios dagang secara liar di lahan-lahan pinggir jalan sehingga mengganggu ketertiban lalu lintas. Akhirnya menimbulkan persampahan di jalanan kota.

Masyarakat miskin di perkotaan itu unik dengan berbagai problematika sosialnya. Perlu ada upaya mengupas akar masalah dan merumuskan solusinya untuk mewujudkan kesejahteraan mereka. Kemiskinan tentu saja bukan kemauan dan warga miskin tentu tidak ingin menjadi sumber masalah bagi kota. Namun karena faktor-faktor ketidakberdayaanlah yang membuat mereka terpaksa menjadi ancaman bagi eksistensi kota yang mensejahterahkan.

Keluhan yang paling sering disampaikan mengenai permukiman masyarakat miskin tersebut adalah rendahnya kualitas lingkungan. Terbentuknya pemukiman kumuh, yang sering disebut sebagai slum area sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya.

Karena itulah pembahasan pemukiman kumuh dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat selalu menjadi daya tarik untuk dibahas. Pada dasarnya pemukiman kumuh terjadi sebagai akibat dari membeludaknya pertumbuhan penduduk dan adanya perpindahan penduduk dari suatu tempat renggang penduduknya ke tempat yang padat penduduknya.
Selain itu permukiman kumuh terdiri dari beberapa aspek penting, yaitu tanah/lahan, rumah/perumahan, komunitas, sarana dan prasarana dasar, yang terajut dalam suatu system social, system ekonomi dan budaya baik dalam suatu ekosistem lingkungan permukiman kumuh itu sendiri atau ekosistem kota.

Pemukiman kumuh adalah sebuah kawasan dengan tingkat kepadatan tinggi di sebuah kota yang umumnya dihuni oleh masyarakat menengah dan miskin. Permukiman kumuh umunya dihubungkan dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran tinggi.

Berikut adalah beberapa penyakit yang disebabkan karena lingkungan yang tidak bersih atau pada permukiman kumuh: – (Disentri ) Penyakit ini disebabkan karena makanan yang tidak sehat dari lingkungan yang tidak bersih. Makanan yang terkontaminasi dari bakteri atau tinja ini jika kita konsumsi maka akan menyebabkan disentri.

Disentri menyerang usus besar yang menghasilkan diare yang sangat akut bahkan dapat berdarah jika bab. (Malaria) Malaria terjadi karena adanya gigitan dari nyamuk anopheles. Nyamuk ini dapat membuat suhu kita naik dan turun bahkan hingga menggigil. Tentu saja nyamuk ini dapat hadir di lingkungan yang kotor seperti membuang sampah di sembarang tempat dan tidak rajin untuk menguras bak mandi dan membiarkan barang-barang tidak terpakai menumpuk. Oleh karena itu jaga lingkungan tinggal kita agar nyamuk ini tidak bersarang.

Tuberculosis (TBC), Penyakit lainnya yang disebabkan karena lingkungan yang kotor adalah TBC. TBC dapat menyerang paru-paru, usus maupun kelenjar getah bening. Penyakit ini disebabkan karena infeksi kuman mikrobakterium tuberculosis. Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini dapat menular dengan mudah melalui udara. Maka dari itu ciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di rumah anda. (Tifus Abdominalis) Makanan dan minuman pada lingkungan yang kotor jika kita makan dapat menyebabkan berbagai penyakit, salah satunya tifusab dominalis.

Penyakit ini menyerang usus halus yang menyebabkan demam tinggi yang berkepanjangan. Penyakit ini disebabkan karena adanya bakteri salmonella. Selain penyakit yang disebutkan di atas masih banyak lagi dampak kesehatan yang akan ditimbulkan oleh lingkungan kumuh.
Pemerintah Kota Tanjungpianng beberapa waktu lalu melalui Sekdanya, Riono mengatakan, sesuai dengan data yang diberikan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tanjungpinang, terdapat tujuh kawasan yang ditetapkan sebagai daerah Kumuh, yakni Kelurahan Tanjungunggat, Tanjungpinang Timur, Kampung Bugis, Senggarang, Kemboja, Kampung Baru, dan Tanjung Ayun Sakti.

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), yang dicanangkan pemerintah pusat, merupakan jawaban untuk pengentasan wilayah kumuh menjadi 0% di Tanjungpinang. Akan tetapi, perlu peran serta dan sinkronisasi kegiatan dari berbagai pihak. Di antaranya pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Tanjungpinang sendiri. Untuk saat ini peran serta dari pemerintah pusat, Provinsi dan Pemko Tanjungpinang selama ini sudah ada.

Hanya saja, singkronisasi tersebut masih belum terlalu intens, alias masih kurang dan perlu terus ditinggkatkan, agar tujuan untuk penanganan kawasan kumuh dapat terealisasi sehingga tujuan kegiatan ini dapat menjadi percepatan penanganan kawasan Kumuh dan gerakan 100-0-100 yang artinya 100 persen akses air minum, 0 % kawasan kumuh dan 100 persen sanitasi layak.

Kita tentunya sangat berharap program Kotaku ini bisa terealisasi di Tanjungpinang. Dengan tidak adanya kawasan kumuh, berarti masyarakat hidup sehatdan layak. Sementara itu, Kepala Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kota Tanjunginang, Suyono mengatakan, untuk menciptakan tata kota yang kekinian, perlu ada perubahan pola pikir masyarakat.
Karena menurut dia apapun program, jika tidak dibarengi dengan penguatan main set masyarakat tentang menjaga lingkungan, sama saja program tersebut tidak berjalan dengan baik.

Selain itu perlu juga adanya peraturan daerah yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang tentang persampahan dan tata lingkungan.
Di mana dalam Perda itu disebutkan, siapapun yang membuang sampah dengan sembarangan ada sanksi dan itu harus ditegakkan dalam rangka untuk menciptakan Tanjungpinang sebagai kota yang bersih dan berwawasan lingkungan Bukan hanya itu, untuk kesuksesan program Kotaku ini, perlu kesiapan dari aparatur, mulai dari tingkat RT, RW hingga ke pimpinan tertinggi, sebagai ujung tombak pelaksanaan program Kotaku yang benar-benar melaksanakannya dengan serius.

Tidak ada yang namanya besar dalam kampanye tetapi juga besar dalam aksi. Artinya bahwa, ini harus dilandasi dengan kerja yang serius berdasarkan program yang sudah tertuang dalam program Kotaku yang dicanangkan, melalui Pemerintah Pusat yang ada di Kota Tanjungpinang. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here