Dana BOS Tak Cair, Sekolah Kesulitan

0
215
KETUA Komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara saat membahasa persoalan pendidikan dengan Disdik Provinsi Kepri. f-suhardi/tanjungpinang pos
Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SMA/SMK se-Kepri tahun anggaran 2019 sampai sekarang belum diterima seluruh sekolah hingga Triwulan pertama ini tahun ini. Sehingga pihak sekolah merasa kesulitan.

TANJUNGPINANG – Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara (TJA) mengatakan, sekolah akan mengalami kesulitan karena dana BOS untuk tahun 2019 sekitar Rp396 miliar belum cair.

”Pasti ada permasalahan akibat dana BOS belum cair. Sekolah pakai dana apa untuk operasionalnya? Jangan-jangan kepala sekolah menggunakan dana pribadi,” ujar Teddy.

Menurut Teddy, pihak sekolah telah mengadukan permasalahan tersebut kepada Komisi IV DPRD Kepri. Setelah didalami permasalahan itu, ternyata dana BOS tidak dimasukkan dalam struktur APBD Kepri 2019. Padahal pusat telah menyiapkan dana tersebut.

”Kenapa bisa lalai seperti itu? Saya heran. Ini kan kebutuhan penting,” katanya. Teddy belum dapat memastikan kapan dana BOS itu bisa dicairkan. Permasalahan tersebut menjadi rumit lantaran tidak masuk dalam struktur anggaran daerah.

”Untuk BOS Kepri, Disdik Kepri harus segera mencari solusinya untuk kepentingan sekolah,” jelasnya. Ia juga menyesalkan sampai sekarang belum ada peraturan kepala daerah sebagai dasar hukum dalam pelaksanaan dana BOS tersebut.

Seperti sekarang lagi Ujian Nasional (UN), sekolah membutuhkan dana operasional. Cukup berat sebenarnya. Setelah UN, maka ada ujian lainnya.

”Seperti di SMK sendiri ada, ujian akhir kejuruan dan sebagainya. Ini tentunya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Biasanya mereka terbantukan oleh dana BOS,” ujar Teddy.

Sementara itu, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun enggan mengomentari permasalahan dana BOS. Ia beralasan, hal itu sudah menjadi masalah teknis di Disdik Kepri.

Nurdin hanya meminta secara tegas agar tidak ada persoalan yang timbul setelah sebelumnya kata dia, permasalahan tunjangan guru yang belum usai hingga saat ini. ”Biarkan ini jadi urusan teknis di Disdik,” tegas Nurdin.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here