Dana Kampanye Belum Dilaporkan ke KPU

0
386
KPU didampingi Panwaslu menyerahkan berkas verifikasi parpol di kantor KPU. f-istimewa

Setor Awal Bacalon SABAR Rp 50 Juta

Meskipun kampanye Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wal Kota Tanjungpinang sebagian besar biayanya dibiayai oleh negara, pasangan calon (paslon) atau tim kampanye paslon tetap harus melaporkan dana kampanye.

TANJUNGPINANG – Yakni, melalui Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) kepada KPU Tanjungpinang. Divisi Teknis KPU Kota Tanjungpinang, M Djohari mengatakan, belum ada satupun pasangan balon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang yang melaporkan dana kampanyenya ke KPU. Termasuk tentang buku rekening khusus kampanye di bank umum. Padahal, kampanye paslon mulai 15 Februari. Tanggal 12 Februari penetapan calon dan 13 Februari pengambil nomor urut.

”Saya rasa masing-masing dari mereka (pasangan balon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, red) sedang membuka buku rekening khusus kampanye di bank umum,” kata Djohari.

Kata Djohari, tidak ada batasan dana kampanye yang dimiliki pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang nanti. Hanya saja, ada batasan sumbangan dana yang diberikan dari pribadi masyarakat dan pihak perusahaan swasta.

Bahwa dana kampanye yang berasal dari partai politik atau gabungan partai politik maksimal Rp 750 juta setiap partai selama masa kampanye. Sementara untuk dana kampanye dari sumbangan pihak lain perseorangan, maksimal Rp 75 juta. Dan dana kampanye dari kelompok atau badan hukum swasta maksimal Rp 750 juta.

”Dana yang disumbangkan tidak boleh lebih dari itu. Kalau melebihi harus menyetor ke kas negara. Aturannya sudah seperti itu,” sebut dia.

Sementara itu, Ketua tim pemenangan bakal calon Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul-Rahma, Ade Angga mengatakan ia sudah membuka rekening kampanye.

Pada saat membuka buku rekening khusus kampanye, pasangan balon sering disebut Sabar telah setor dana ke bank sebanyak Rp 50 juta. ”Baru-baru ini lah kita buka buku rekening khusus kampanye,” kata Ketua Tim Sukses (Timses) Kemenangan Sabar, Ade Angga kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (9/2).

Setelah ini, sambung Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang ini, tim Sabar akan melaporkan buku rekening khusus kampanye ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang. Supaya pihak penyelenggara Pemilu tau aliran dana yang masuk ke buku rekening khusus kampanye milik Sabar.

Karena, aliran dana kampanye tidak hanya bersumber dari pasangan balon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, H Syahrul dan Rahma saja. Pasti ada sumbangan dana dari pihak luar. Baik itu bersumber dari perseorangan hingga pihak swasta.

Ada tiga tahapan laporan dari pasangan calon kepala daerah ke KPU. Yakni tahapan awal kampanye, laporan ketika proses kampanye dan akhir kampanye. ”Menurut UU, apabila tidak lapor maka calon akan digugurkan dan tidak bisa diikut sertakan dalam Pemilu nanti,” ucap Ade.

Ade mengaku, dengan dana sebesar Rp 50 juta tidak cukup untuk keperluan kampanye nanti. Maka dari itu, Sabar membuka diri buat masyarakat yang ingin menyumbang dana ke Sabar untuk kampanye nanti. Karena Tim Sabar mau bersama masyarakat untuk sama-sama berjuang memenangkan Syahrul dan Rahma di Pilwako Tanjungpinang nanti. Sumbangan dana yang diterima nanti, Tim Sabar akan membuat pembukuan hingga melaporkan ke KPU.(ANDRI – ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here