Dana Tunda Salur Natuna Rp 211 Miliar

0
508
Yusripandi

NATUNA – Lagi-lagi Pemerintah Pusat berbuat ulah. Kali ini dana tunda salur triwulan IV tahun 2017 senilai Rp 211 miliar tidak jadi disalurkan tahun 2018. Akibatnya Pemerintah Kabupaten Natuna bersama DPRD Natuna harus kembali mengobok-obok APBD 2018.

”Penjelasan ini setelah kita undang tim TAPD dan seluruh OPD, Selasa kemarin. Ternyata benar APBD 2018 mengalami defisit sebanyak Rp 211 miliar,” kata Wakil Ketua I DPRD Natuna, Hadi Candra, Rabu (7/3).

Ia menjelaskan, devisit yang terjadi di awal tahun tepatnya pada saat kegiatan berjalan, bisa membawa citra buruk pada kinerja Pemerintah Kabupaten Natuna. ”Pengurangan Rp 211 miliar ini bukan dana sedikit. Dengan total APBD 2018 Rp 1,015 triliun, pastinya banyak kegiatan yang bakal tertunda tahun ini. Kalau begini, kita harus obok-obok lagi itu APBD untuk menentukan kegiatan skala prioritas,” keluh Hadi Candra.

Baca Juga :  Banyak Aset Tak Bersertifikat

Lebih rinci, politisi Partai Golkar ini menyebutkan, dana tunda salur triwulan IV itu salah satunya meliputi pelunasan pembayaran pembuatan KMV. Indra Perkasa dan hutang ADD Rp 12 miliar.

”Kalau sudah begini kondisinya, DPRD akan menggelar rapat bersama Bupati dan TAPD untuk mencari jalan terbaik. Karena devisit ini pastinya sudah membuat kecewa masyarakat terutama pemerintah desa yang berharap dana ADD Triwulan IV tersalurkan,” tutupnya.

Tahun 2018 ini, tak hanya Natuna yang mengalami defisit. Namun, daerah lainnya di Kepri juga mengalami defisit seperti Bintan, Tanjungpinang dan Batam termasuk Lingga. Natuna termasuk daerah penghasil minyak dan gas bumi terbesar saat ini. Namun, Dana bagi Hasil (DBH) migas yang diperoleh dari pusat masih kecil.

Baca Juga :  Jusuf Kalla Lantik PMI Kepri

Hal ini sering jadi perguncingan di tengah-tengah pejabat di Natuna dan masyarakat. Padahal, daerah terluar ini membutuhkan anggaran yang besar membangun daerah kepulauan itu. Meski demikian, pemerintah pusat memberikan perhatian lebih ke Natuna sejak tahun lalu hingga saat ini. (hrd/mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here