Dana Zakat untuk Bantuan Pendidikan dan Ekonomi Produktif

0
162
Zakat f-net

DOMPAK – Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepri mencatat sejak Januari hingga Agustus 2018, pihaknya sudah mengumpulkan zakat mal sekitar Rp 18 miliar dari target yang ingin dicapai Rp 29 miliar.

Hal ini dikatakan, Wakil Ketua bidang Penghimpunan Baznas Kepri, H Manimpo Simamora di kantor Baznas Kepri, Masjid Raya Nur Illahi Pulau Dompak,Kamis (30/8)

Manimpo berharap, disisa waktu empat bulan di 2018 ini, kesadaran masyarakat dalam berzakat terus ditingkatkan, apakah itu zakat mal maupun zakat fitrah.

Ia menuturkan, Baznas udah menyusun berbagai rangkaian program bantuan kepada masyarakat melalui dana zakat yang dihimpun dari masyarakat.

Diantaranya, bantuan pendidikan seperti beasiswa kurang mampu dan prestasi, bantuan sosial, kesehatan serta mendorong pertumbunan ekonomi produktif.

“Yang paling sering disalurkan adalah bantuan pendidikan serta bantuan usaha ekonomi produktif,” jelasnya.

Sebagai informasi, menurut dia kalau kesadaran masyarakat di Provinsi Kepri terhadap pentingnya zakat tinggi, bukan tidak mungkin target potensi penerimaannya sampai Rp 528 miliar per tahun yang dikumpulkan.

“Dari tahun ke tahun target yang dicapai terus mengalami peningkatan, 2017 lalu jumlah zakat mal yang berhasil dihimpun berkisar Rp 15 miliar. Tahun ini targetnya meningkat menjadi Rp 29 miliar hingga akhir 2018,” ujar Manimpo kepada Tanjungpinang Pos.

Dirinya merincikan, besaran dana zakat mal yang dihimpun 2017 lalu senilai Rp 15 miliar terdiri dari berbagai sumber, diantaranya Rp 2,8 miliar dari ASN di lingkungan Pemprov Kepri. Sekitar Rp 1,3 miliar dari masyarakat Kota Tanjungpinang serta Rp 656 juta dari Kabupaten Bintan Rp 656 juta.

Dari masyarakat Kota Batam Rp 6,8 miliar, Kabupaten Lingga Rp 746 juta, Kabupaten Karimun Rp 2,4 miliar, Kabupaten Natuna senilai Rp 745 juta dan Kabupaten Kepulauan Anambas Rp 636 juta.

Sedangkan di 2018, dia mencatat jumlah zakat mal yang sudah di himpun sampai dengan Agustus ini, yaitu dari Pemprov Kepri sekitar Rp 2,1 miliar, Kota Tanjungpinang Rp 691 juta, Kabupaten Bintan Rp 1,1 miliar, Kota Batam Rp 4,3 miliar, Kabupaten Lingga Rp 775 juta, Kabupaten Karimun Rp 1,5 miliar, Kabupaten Natuna Rp 1,1 miliar dan Kabupaten Kepulauan Anambas Rp 148 juta.

“Sebenarnya pemerintah sudah berhasil mensosialisasi program zakat, hanya saja memang tidak dipungkiri masih banyak masyarakat kita belum ada kesadaran dalam berzakat,” tambahnya. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here