Danrem Jumpa RT/RW se-Kota Batam

0
93
Danrem bersama Walikota Batam foto bersama perwakilan RTdan RW serta OPD se-Kota batam, kemarin. F-ISTIMEWA/penrem 033/wp

BATAM – Danrem 033/WP/Brigjen TNI Gabriel Lema mengelar acara tatap muka dengan RT, RW Serta Lurah, Camat pada Rabu (4/6). Acara yang digelar di lantai 9 Olympus Room Hotel Pasifik, Kelurahan Jodoh, Batam ini juga dihadiri Walikota Batam, Rudi SE dan Waka Polresta Batam AKBP Muji Supriyadi, Sekdako Batam Zefridin. Acara yang bertema TNI/Polri dan Rakyat Bersatu ini dihadiri sekitar 1.100 undangan.

Walikota Batam, Rudi berharap kbersamaan dan kekompakan warga Batam terus dijaga dan masing-masing mesti menonjolkan kepentingan bersama di atas kepentingan.

”Sebentar lagi kita memasuki tahun 2019. Di tahun politik, kita mesti terus merawat kebersamaan dan keamanan untuk memajukan Kota Batam dan meningkatkan perekonomian. Pemko Batam akan terus membangun infrastruktur di wilayah kota Batam untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan Kunjungan wisata. Selama ini angka kunjungan wisatawan naik 18 persen,” sebut Rudi.

Walikota Batam ini juga berharap, agar semua elemen masyarakat bisa menyaring berita dan tidak ikut serta menyebarkan berita palsu atau hoaks. Sementara itu, Danrem 033/WP/Brigjen TNI Gabriel Lema dalam pembnerian materi menyebutkan kedekatan antara TNI/Polri dan Rakyat menjadi modal untuk kepentingan kita bersama. Selain itu, kita mesti mengangkat nilai-nilai kearifan lokal yang ada.

”Saya berterima kasih kepada seluruh personel TNI/Polri dan Rakyat yang sudah terus bergandengan tangan bersatu untuk membangun Kota Batam. “Situasi yang kondusif dan aman harus kita jaga. Dan satu preswtasi bersama kita yang sudah terlihat adalah pelaksanaan pilkada di Tanjungpinang berlangsung dengan aman,” kata Danrem.

Menurutnya, kondisi yang aman dan nyaman akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, serta pertumbuhan penduduk yang dinamis juga membuat semua harus ikut mencegah kemungkinan adanya gangguan keamanan.

Danrem juga menyoroti tentang proxy War, yang merupakan perang yang tiak menggunakan senjata namun dengan menggunakan tangan ketiga yaitu memanfaatkan rakyat Indonesia sendiri yang sering merongrong kegiatan pemerintah, kriminalitas dan hal-hal lain.

”Ancaman narkoba, proxy war, suatu ancaman yang digunakan negara lain untuk menghancurkan sumber daya manusia kita. Medsos juga sangat berdampak terhadap perkembangan karakter budaya bangsa dan sebagai propaganda,” ucapnya.

Gabriel Lema mengajak untuk meningkatkan patroli bersama, gotong royong, menghidupkan Siskamling, dan memetakan perkembangan situasi. ”Hidupkan kembali wajib lapor, kenali warga sekitar dan jangan kita mudah untuk diadu domba yang bisa dimanfaatkan oleh negara asing untuk menghancurkan Indonesia,” pintanya. (ZAKMI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here