Dapil Ketat, Persaingan Sengit

0
531
Bobby Jayanto

TANJUNGPINANG – Persaingan partai politik dan Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) yang akan bertarung di Pemilihan Umum (Pileg) 17 April 2019, khusus untuk DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) daerah pemilihan Kota Tanjungpinang (dapil) bakal berlangsung ketat dan sengit.

Bacaleg petahana akan bertarung dengan Bacaleg pendatang baru, yang juga memiliki massa cukup besar. Lima petahana DPRD Provinsi Kepri dari Dapil Tanjungpinang di Pemilu 2014 lalu, yakni Teddy Jun Askara (TJA) dari Golkar, Rudi Chua (Hanura), Husnizar Hood (Demokrat), Hj. Yuniarni Pustoko Weni, (PDIP), Sarafuddin Aluan (PPP). Namun, dua petahana tidak lagi mencalonkan untuk DPRD Provinsi Kepri, seperti Husnizar Hood mencalonkan diri untuk DPR RI dapil Kepri dan Weni Lis Darmansyah mencalonkan diri untuk DPRD Kota Tanjungpinang.

Namun, Bacaleg pendatang baru yang tidak bisa dianggap remeh, seperti Bobby Jayanto, tokoh masyarakat Tanjungpinang dan juga Ketua Partai NasDem Kota Tanjungpinang. Tokoh Tanjungpinang lainnya, Lis Darmansyah yang juga sekretaris PDIP Provinsi Kepri dan mantan Walikota Tanjungpinang.

Bacaleg yang dinilai menjadi kuda hitam untuk DPRD Provisi Kepri dapil Tanjungpinang, ada ada Raja Rasfiardi (Demokrat) tokoh olahraga Tanjungpinang, mantan Ketua KONI Tanjungpinang. Ia juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Wakil Ketua Kesenian Provinsi Kepri.

Dia juga kakak kandung dari Irjen. Pol. Drs. Raja Erizman, saat ini menjabat Kapolda Nusa Tenggarah Timur (NTT). Kuda Hitam lainnya, ada Andi Cori Patuhudin (Hanura), ada Agung Triyanto (NasDem), anggota DPRD Kota Tanjungpinang yang masih aktif. Ada Genta Asmara (Demokrat) anggota DPRD Kota Tanjungpinang. Kalangan muda, ada Fajrin Shihab (NasDem).

Pengamat Politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Tanjungpinang, Endri Sanopaka, melihat persaingan di dapil Tanjungpinang untuk DPRD Provinsi Kepri, ketat dan sengit. Banyak tokoh masyarakat yang maju tapi kursi yang diperebutkan terbatas, hanya lima kursi. Tokoh masyarakat pendatang baru harus bersaing ketat dengan petahana.

Ia juga melihat, persaingan ketat di Pemilu 2019 mendorong partai politik mencalonkan anggota legislatif dari tokoh-tokoh yang mempunyai popularitas yang tinggi. ”Pendatang baru untuk Bacaleg DPRD Proivnsi Kepri dari Tanjungpinang ada Pak Lis Darmansyah, Pak Bobby Jayanto belum lagi tokoh muda,” tegasnya.

Penambahan partai peserta pemilu dari 12 di Pemilu 2014 menjadi 16 menghadirkan tokoh tokoh baru yang kuat secara finansial, yang bisa membuat masyarakat beralih dukungan. ”Menjadi ketat karena Pemilu 2019 akan terjadi pemilu serentak antara pileg dan pilpres,” prediksinya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here