Data Direkam, KTP-el Tak Dicetak

0
84
Irianto

MBS. saya dpt informasi di gup WA, bahwa apabila belum merekam data untuk pembuatan ktpelktronik mak sangsinya berat. katanya akan dihapus data penduduk. bila perekaman trakhir itu biar dt tidak dihapus. kran siapaun pasti ingin punya ktp elktronik. Tapi ada juga keluarga yng sudah mrkam dat apnduduk, ktp nya tak dicetak juga sampai saat ini. apa maalahnya. trimaksih. tanjungping pos. terimkasih.
+6281372479085

TANGGAPAN :
TERIMAKASIH atas pertanyaanya. Memang, masih ada banyak warga di Kota Tanjungpinang yang belum melakukan perekaman data untuk pembuatan KTP elektronik (KTP-el).

Masih ada sekitar lima ribu warga di Tanjungpinang belum melakukan perekaman KTP Elektronik. Selain itu, ada 40 ribu warga yang sudah melakukan perekaman tapi KTP-nya belum dicetak. Hingga kemarin, stok blangko KTP-el masih tersedia.

Sebanyak 40 ribu KTP-el belum dicetak karena belum dapat sinyal dari pemerintah pusat, apakah sudah bisa dicetak atau belum.

Kemudian, masyarakat yang sudah mengantongi KTP-el baru sekitar 90 ribuan. Jumlah warga yang wajib memiliki KTP-el ada sekitar 152.498 jiwa terhitung per 31 Desember 2017.

Perlu diketahui bersama ada beberapa penyebab kenapa warga sudah melakukan perekaman KTP-el, tapi belum bisa dicetak KTP-nya.

Pertama, data masyarakat tidak masuk hingga terkirim di server ke Dirjen Dukcapil Kemendagri, meskipun sudah melakukan perekaman. Bisa jadi sidik jari masyarakat ditolak sistem karena kurang jelas saat pengambilan sidik jari, tandatangan masyarakat mungkin bermasalah dan iris mata yang sering tidak terdeteksi oleh sistem.

Kita meminta agar masyarakat melakukan perekaman KTP Eleketronik, agar datanya tidak diblokir. Kalau sudah diblokir sangat sulit diaktifkan lagi.

Apabila masyarakat mengunakan KTP SIAK, untuk transaksi administrasi, tidak berlaku lagi. Kemudian, bagi masyarakat yang belum melakukan perekaman KTP-el, juga bakal kehilangan hak pilihnya di Pileg dan Pilres 17 April 2019.

Kita buka dua lokasi tempat perekaman di Tanjungpinang yakni, di Kantor Camat Tanjungpinang Barat dan Kantor Disdukcapil Tanjungpinang. Warga tinggal pilih di lokasi terdekat.

Direktur Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan untuk seluruh Indonesia, sisa penduduk dewasa atau non pemilih pemula yang belum merekam kurang lebih 6 juta. Apabila sampai dengan 31 Desember 2018 belum merekam, datanya akan diblokir.

Masih kata Zudan, data 6.045.629 jiwa yang belum melakukan perekaman ini didapat dari jumlah data wajib KTP dan data orang yang telah merekam KTP elektronik. Jumlah data wajib KTP sebanyak 191.509.749, sedangkan yang telah melakukan perekaman sebanyak 185,464,120.

Zudan mengatakan data yang diblokir tersebut nantinya dapat kembali dibuka. Namun, blokir akan dibuka bila warga telah melakukan perekaman.

Akan diaktifkan kembali apabila yang bersangkutan datang melakukan perekaman, ke Dinas Dukcapil atau kecamatan.

Pemblokiran ini juga akan dilakukan bagi warga yang dua kali melakukan perekaman. Nantinya, salah satu data tersebut akan diblokir.

Seperti kita ketahui bahwa banyak penduduk kita yang data KTP zaman dulu lebih dari satu, oleh karena itu kami melacak jangan-jangan yang belum merekam ini sudah memiliki KTP elektronik dengan identitas yang lain.

Misalnya dulu nama lengkapnya Muhammad Nur. Dia membuat KTP lagi dengan nama M Nur, maka data yang Muhammad Nur itu akan kami blokir.

Batas waktu perekaman ini akan dilakukan hingga 31 Desember 2018. Menurutnya, sisa waktu ini masih cukup digunakan untuk menyelesaikan seluruh perekaman.

Jadi, penduduk yang belum merekam yang berusia 23 tahun ke atas, maka penduduk yang sudah tergolong 23 tahun ke atas apabila sampai 31 Desember belum merekam, maka datanya akan kita sisihkan dan kita blokir.

Masih ada waktu lebih dari 3 bulan, dan ini waktu yang cukup untuk melayani penduduk yang tersisa belum merekam tersebut. (bas)

Irianto
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here