Data Ganda di Kepri 56.980 Jiwa

0
88
Suasana rakor KPU Provinsi Kepri bersama parpol, Bawaslu dan Disdukcapil. fAndri Dwi S/tanjungpinang pos

Setelah ditetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri mendapat arahan dari KPU RI untuk melakukan penghapusan data ganda dan anomali pada Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Satu (DPTHP-1). Jumlah data ganda di Kepri sebanyak 56.890 jiwa yang harus dihapus.

TANJUNGPINANG – Sebelum melakukan penghapusan data ganda dan anomali, KPU Provinsi Kepri gelar rapat koordinasi (rakor) bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepri, pengurus partai politik (parpol) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kepri, yang berlangsung di Kantor KPU Provinsi Kepri, Jalan Basuki Rahmat, Minggu (30/9).

Devisi Program dan Data KPU Provinsi Kepri, Priyo Handoko mengatakan, KPU RI bersama Bawaslu RI dan pengurus Parpol masih menemukan data ganda hampir semua kabupaten/kota se provinsi di seluruh Indonesia termasuk Provinsi Kepri. Dari hasil pencermatan dilakukan KPU RI bersama Bawaslu RI dan parpol, data ganda untuk wilayah Provinsi Kepri sebanyak 56.980 jiwa.

Data ganda tersebut tersebar di kabupaten/ kota di Provinsi Kepri. Untuk data ganda di Tanjungpinang sebesar 3.053 jiwa, Bintan 2.400 jiwa, Karimun 1.861 jiwa, Natuna 662 jiwa, Lingga 836 jiwa, Anambas 400 jiwa dan Batam 47.808 jiwa.

”Nah, sekarang indikasi data ganda belum tuntas 100 persen,” kata Priyo Handoko kepada Tanjungpinang Pos selesai rakor tersebut.

Kata Priyo, data ganda akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Dari dua data ganda, KPU akan mencari kebenaran data tersebut.

Apabila sudah ditemukan kebenaran, maka KPU akan menghapus data yang salah. Sehingga tidak ada lagi terdapat data ganda pemilih pada pemilu 2019 nanti.

Ada empat kategori yang masuk kedalam data ganda. Yakni K1, K2, K3 dan K4. Kali ini, mayoritas yang masuk dalam data ganda di kategori K3 dan K4. Karena di K3 terdapat lima elemen yang sama, mulai dari NIK, jenis kelamin, nama, tempat tanggal lahir dan tempat tinggal masyarakat. Sedangkan K4 memiliki tiga elemen yang sama, yakni nama, NIK dan tempat tanggal lahir. ”95 persen lebih masuk di kategori K3 dan K4,” tegas dia.

Kemudian, untuk data anomali di Provinsi Kepri sebanyak 7.882 jiwa. Setiap kabupaten/ kota memiliki data anomali, seperti Tanjungpinang memiliki data anomali sebesar 300 jiwa, Bintan 528 jiwa, Karimun 390 jiwa, Natuna 232 jiwa, Lingga 293 jiwa, Anambas 881 jiwa dan Batam 2.520 jiwa.

Data anomali, tegas dia, bukan berarti pemilih tidak ada di Provinsi Kepri. Tetapi, ada beberapa elemen data yang tidak valid masuk ke dalam sistem. Sehingga tidak terbaca oleh sistem. Karena hampir sebagian besar, lanjut dia, ditemukan nama masyarakat tidak lengkap. Misalnya, nama tersebut hanya tertulis dua huruf, seperti CE dan sebagainya.

Kemudian, ada kesalahan dengan NIK milik masyarakat. Setelah dicek kebenaran tersebut, ternyata NIK bukan milik si A. Tetapi, si B yang memiliki NIK tersebut. Jadi, data anomali tetap diperbaiki. Perbaikan data tersebut, mulai dari penulisan nama sebenarnya, alamat, NIK, tempat tinggal dan sebagainya.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here