Datangkan Anjing Pelacak dan Penyelam

0
725
Petugas Bea dan Cukai ketika selesai memeriksa muatan kapal Win Long dengan anjing pelacak, Senin (26/2) lalu.f-istimewa

Empat Hari Mencari Sabu-Sabu Di Kapal Win Long

Sempat beredar informasi jika kapal Win Long BH 2998 asal Taiwan yang ditangkap di perairan Karimun, Jumat (23/2) lalu membawa sabu-sabu seberat 1,4 ton. Bahkan, kapal dan sabu-sabu ini juga diduga masih berkaitan dengan penangkapan sabu-sabu 1,6 ton di perairan Anambas tiga tanggal 22 Februari lalu.

KARIMUN – BAHKAN, Kapolri Jendral Tito Karnavian yang saat itu ekspos penangkapan sabu-sabu 1,6 ton di Batam bersama Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sempat menyatakan penangkapan itu diduga masih ada kaitannya dengan sabu 1,6 ton tersebut.

Apalagi, setelah informasi penangkapan kapal Win Long ini beredar, para pencari berita langsung turun ke Kantor Bea Cukai Karimun karena kapalnya ditarik ke sana.

Namun, petugas cukup banyak di sana dan silih berganti masuk. Namun, wartawan tak bisa masuk saat itu. Pemeriksaan pun dilakukan perlahan-lahan untuk mencari tahu dimana sabu-sabu itu disembunyikan. Bahkan, pemeriksaan dilakukan dengan berbagai cara. Petugas memeriksa setiap inci kapal. Petugas juga mendatangkan anjing pelacak dari Batam. Petugas juga mendatangkan penyelam.

Baca Juga :  Minta Ganti OPD yang Lamban Kerja

Setelah empat hari melaksanakan pencarian narkoba jenis sabu di dalam kapal Win Long BH 2998 asal Taiwan, Senin (26/2) malam, dinyatakan di dalam kapal tidak ada narkotika jenis sabu. ”Kami sudah bekerja dengan maksimal melakukan pencarian Cm demi Cm. Seluruh bagian sudut kapal kami periksa dengan mendatangkan anjing pelacak 7 ekor. Kami juga memeriksa dengan alat tercanggih, melakukan penyelaman. Segala upaya telah kami lakukan. Tetap tidak ditemukan narkotika jenis sabu di dalam kapal,” ujar Ketua Satgasus Narkoba Mabes Polri, Kombes Suwondo Nainggolan, Senin malam.

Dengan demikian, tidak ada 3 ton narkoba masuk ke Indonesia seperti informasi yang beredar. Muatan kapal adalah bahan umpan ikan yang hendak dibawa dari Taiwan tujuan Afrika.

Semua muatan kapal yang sempat dibongkar, telah dimasukkan kembali ke dalam kapal dalam keadaan baik. Tidak ada yang rusak dan tidak berkurang.

Baca Juga :  Dari 275, Baru 76 Desa Bentuk BUMDes

Ditambahkan Kakanwilsus DJBC Kepri, Rusman Hadi, karena tidak ditemukan narkoba dan dokumen kapal semua dinyatakan lengkap, maka nakhoda kapal dipersilahkan melanjutkan kembali pelayaran tujuan sebagaimana tertulis dalam dokumen kapal.

”Kami tidak mempersangkakan pihak kapal, tidak ada melakukan penyitaan, tidak ada melakukan penahanan terhadap kapal. Dan tidak ada pelanggaran pabean yang dilakukan kru kapal, maka dapat dilanjutkan kembali berlayar,” kata Rusman Hadi.

Ia menegaskan, tidak khawatir ada langkah hukum yang dilakukan oleh pihak kapal. Karena Bea dan Cukai tidak melakukan penyitaan, penahanan dan penangkapan. ”Jika ketiga hal tersebut dilakukan, maka dapat dilakukan pra peradilan,” tutur dia.

Sementara itu, polisi masih terus menelusuri bandar besar narkoba pengendali sabu-sabu seberat 1,6 ton hasil penangkapan dari salah satu kapal yang melintas di perairan Anambas, 20 Februari lalu.

Satu di antara empat warga Taiwan yang ditangkap bernama Tan Mai (69 tahun), menyebut nama Lao sebagai aktor utama di balik penyelundupan sabu-sabu itu.

Baca Juga :  Kepri Masuk Zona Minus Air Bersih

Dia mengatakannya dalam konferensi pers yang dihadiri Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Batam.

Aparat gabungan menggagalkan penyelundupan sabu 1,6 ton dari sebuah kapal berbendera asing di perairan Indonesia 20 Februari 2018. Pengungkapan ini tidak berselang lama dari penemuan sabu 1 ton di kapal Sunrise Glory di Selat Philips, Batam pada Rabu 7 Februari 2018.

Satu hari setelah jumpa pers di Batam, pihak Bea Cukai pun menyerahkan sabu 1,623 ton tersebut dan empat tersangka berkewarganegaraan asing yang tertangkap di Batam ke Polri untuk dibawa ke Jakarta.

Keempat tersangka diborgol selama perjalanan hingga tiba di Terminal Kargo Bandara Soetta dan mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian. Tersangka dan sabu tersebut kemudian langsung dibawa ke Direktorat Narkoba Polri.(ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here