Datok Prasetyo Wira Amar Adiwangsa

0
152
JAKSA AGUNG foto bersama usai dianugerahi gelar, Sabtu (22/9) malam. f-istimewa/humas pemprov kepri

Dianugerahi Gelar, Hari Paling Bahagia Jaksa Agung RI

Jaksa Agung RI HM Prasetyo mendapat gelar kebesaran dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri. Penabalan Gelar Adat Datok Wira Amar Adiwangsa kepada Dr. (Hc) HM Prasetyo SH dilaksanakan di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Sabtu (22/9) malam.

TANJUNGPINANG – Terhadap gelar adat ini, Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan ini adalah sejarah paling bahagia dia bersama pasangannya. Karena diberi amanah menjadi keluarga besar masyarakat Melayu Kepri.

”Sesuatu suka cita saya bersama istri, ini menjadi kesan yang tak terlupakan bagi saya,” kata Prasetyo.

Begitu juga rombongan sangat berkesan terhadap tanah Melayu Kepri. Seperti Gurindam 12 yang sangat besar makna dan kaidah-kaidah yang bijak dan mulia baik agama, budi pekerti dan pesan karomah.

Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung juga membaca beberapa bait Gurindam 12 yang sangat tersohor di muka bumi, dimana sangat dalam makna dan pesannya.

”Inilah yang menjadi perenungan saya. Karena karya ini bukan saja alunan tapi makna problematika kehidupan yang sangat keras, dengan menyentuh hati yang sangat dalam,” pesan Prasetyo.

Jaksa Agung menambahkan bahwa adat istiadat Melayu memang sederhana dan bersahaja tapi sangat mempersona membuat kebesaran dan keagungan sangat lah terpancar di Kepri ini. ”Sangatlah menakjubkan dan memukau saya dan rombongan ketika menginjak kan kaki pertama kali di tanah Melayu Kepri,” kata Prasetyo.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan, kegiatan penabalan gelar kebesaran ini adalah momen yang sakral serta bertujuan menjadi acuan dan insan yang dipercaya ke depan agar Kepri dapat lebih baik dan maju bersamaan dengan hajat yang besar.

”Inilah tanda-tanda bertuah bagi Kepri, dipilihnya Jaksa Agung untuk datang ke bumi Melayu ini bersamaan dengan HUT Kepri ke-16,” ungkap Nurdin.

Gubernur sendiri hadir bersama Istri Hj Noor Lizah Nurdin Basirun, Wakil Gubernur H Isdianto beserta Istri Hj Rosmery Isdianto, Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah berserta Istri Hj Rismarini Arif Fadillah, Kajati Kepri Asri Agung Putra, Bupati Natuna Hamid Rizal, FKPD dan Kepala OPD, Jajaran Lembaga Adat Melayu, beserta tamu undangan lainnya.

Menurut Nurdin, dengan penabalan ini Jaksa Agung akan menjadi bagian dari masyarakat Melayu Kepri yang sudah berkontribusi untuk kemajuan negeri ini, tentu menjadi yang sangat dibanggakan.

”Dalam rangkaian kegiatan Jaksa Agung, beliau sempatkan membantu saudara-saudara kita dengan mengadakan bhakti sosial yakni oprasi katarak,” lanjut Nurdin.

Di kesempatan ini, Gubernur meminta kepada Jaksa Agung agar dapat membantu ke para stakeholder di pusat untuk menjembatani permintaan yang sudah diajukan oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

Apalagi dalam Nawacita Presiden yang akan menjadikan Indonesia poros maritim dunia, di sini Gubernur sampaikan bahwa perlunya undang-undang daerah kepulauan. Apalagi, Kepri mendapat kepercayaan memimpin beberapa daerah Kepulauan. Maka harapan yang besar agar undang-undang tersebut sudah bisa di sahkan tahun 2018 ini.

”Kami ingin bapak membantu, agar masyarakat Kepri sejahtera. Dengan ini kami meminta kepada bapak agar mau memperjuangkan pembangunan Jembatan Bintan-Batam dan Undang Undang Daerah Kepulauan. Anggaplah adek meminta kepada abangnya,” tutup Nurdin.

Memimpin penabalan, Ketua LAM Kepri H Abdul Razak menyampaikan masyarakat Kepri yang dalam kesempatan ini bersamaan HUT Kepri ke-16, terimakasih atas kehadiran yang ditunggu-tunggu. Apalagi banyaknya umat melanggar rasuah-rasuah dan norma-norma yang tidak baik.

”Dalam hal ini LAM melihat bahwa kejaksaan yang dipimpin jaksa agung dapat memperkecil tindak pidana yang rendah, agar ini ke depannya menciptakan yang aman dan terkendali. Dan banyak menyelamatkan kekayaan negara sampai triliunan rupiah dan ini menjadi perhatian khusus LAM terhadap kerja bagus kejaksaan,” kata Razak.

LAM juga mengapreasiasi setinggi tingginya dangan berkesempatan datang ke negeri Melayu dengan mengikuti HUT Kepri ke-16 dan melaksanakan bhakti sosial oprasi katarak dimana sebanyak 300 orang lebih.

”Ini adalah hadiah pada HUT Kepri ke 16. Mari kita sokong dan bantu bersama sama membasmi rasuah-rasuah. Sudah sepantasnya memberi penabalan gelar kebesaran adat Melayu, yang mana menjadi seri dan tuah di Kepri,” kata Razak.

Penabalan sendiri berlangsung dengan khidmat, diawali dengan pembacaan warkah petuah istiadat 12 Muharram 1440 H berdasarkan SK Nomor 14 Tahun 2018.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here