Daya Beli Rendah, Banyak Usaha Tutup

0
907
RUKO TUTUP: Banyak Ruko di kawasan Bincen yang tutup, dari sebelumnya buka dengan berbagai jenis usaha. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Belasan usaha yang berada di rumah toko (ruko) di kawasan komplek Bintancentre (Bincen) tutup. Ini disebabkan, daya beli masyarakat rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Belasan ruko tempat usaha tersebut berjualan air kelapa muda, kedai kopi, rumah makan, foto kopi hingga tempat play station. Seperti salah satu rumah makan di simpang bundara naga Bincen yang kini sudah tutup. ”Ternyata warung itu sudah tutup. Rencana mau cari lauk untuk makan. Karena warung itu menjual berbagai macam lauk pauk,” kata Sinta kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (22/9).

Baca Juga :  Hari Ini, Tari Gemu Famire Digelar

Warga Batu IX Tanjungpinang ini menilai, tutup karena sepi pembli. Daripada terus rugi, maka pemilik memutuskan untuk tutup. ”Saya ngak tau kapan pastinya tutupnya. Baru hari ini (Jumat, red) saya mau beli lagi. Memang sih sudah lama saya tidak ke sini. Ya, terpaksa saya cari di tempat lain,” sebut dia sambil meninggalkan warung yang berada di dekat bundaran patung naga tersebut.

Kesempatan ini, Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tanjungpinang, Fatkhurrahman mengatakan, hal ini disebabkan daya beli masyarakat turun. Bahkan 2017 ini lebih parah dibandingkan tahun 2016 lalu.

Baca Juga :  Bank Sampah Air Raja Tak Berfungsi

Banyak usaha yang tutup, bukan hanya penjual makanan tetapi juga pakaian dan lainnya.
Ini bukan hanya di Bincen, tetapi hampir setiap kawasan termasuk Kota Lama Tanjungpinang. ”Semua usaha lesu, ini disebabkan daya beli masyarakat menurun. Dar pada pemilik usaha rugi terus, terpaksa menutup,” ungkapnya.

Ia memprediksi daya beli masyarakat turun skeitar 50 persen. Ini bisa berkelanjutan di 2018 mendatang bila tak ada solusi dan gemberakan dari pemerintah dan semua sektor. Di 2016 lalu, daya beli masyarakat memang menurun tetapi tidak separah sekarang.

Baca Juga :  Lagi, 161 TKI di Deportasi dari Malaysia

Meski demikian, terkait usahanya, ia mengaku masih berjalan. Hanya saja terkait omzetnya tidak sebanyak tahun lalu. ”Tahun ini saya lihat banyak usaha yang tutup memang,” ungkapnya. Kalau kondisi ekonomi terus lesu hingga tahun berikutnya, ia khawatirkan, bakalan banyak yang tutup lagi.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here