DBD Terus Menyerang Warga

0
135
SALAH satu warga yang terserang wabah DBD dan kini telah sembuh. f-istimewa
Hingga kini jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus meningkat di Natuna. Dari bulan Februari hingga Juli 2019 terdapat 30 orang lebih terkena penyakit tersebut.

NATUNA – Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Natuna, Rizal Rinaldi membenarkan bahwa hingga kini jumlah penderita wabah DBD mengalami peningkatan.

”Betul, sampai sekarang ini penderita wabah DBD alami peningkatan. Namun dengan penanganan yang cepat, penyakit tersebut tidak sampai ketahap berdarah,” kata Kadiskes Rizal saat dihubungi melalui telepon, Senin (15/7).

Menurutnya, penanganan maksimal terhadap wabah DBD telah dilakukan puskesmas maupun RSUD Natuna. Namun semua itu perlu peran masyarakat, dalam menjaga lingkungan akan tetap bersih dari jentik nyamuk.

”Untuk penanganan kasus ini, kita telah melakukan beberapa langkah untuk mengatasi masalah DBD ini. Disamping melakukan fogging, Diskes juga telah bekerja sama dengan pihak kecamatan melakukan pemusnahan sarang nyamuk dengan 3M+, menguras, membakar dan mengubur barang-barang bekas tempat nyamuk berkembang biak,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan, agar warga yang terserang wabah DBD segera membawa pasien yang demam ke puskesmas untuk ditangani secara optimal. Ketika ditangani secara dini, demam akan segera pulih.

”Namun kalau dibiarkan begitu saja, maka akan mengakibatkan perkembangan virus semakin leluasa dan menimbulkan pendarahan pada gusi yang membahayakan ke depannya,” ujarnya.

Ia mengharapkan, kepada seluruh masyarakat agar melakukan bersih-bersih lingkungan dan melakukan 3M plus terutama di rumah, di sekolah, di kantor, di masjid dan dimana saja yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk.

Awalnya, wabah DBD mulai menyerang masyarakat Kecamatan Serasan. Pasalnya sudah menyerang 5 anak-anak, dan satu orang dikabarkan sudah meninggal dunia.

Dari ke 6 orang tersebut, satu diantaranya di duga meninggal dunia karena DBD. Namun, hingga kini belum bisa dipastikan meninggalnya karena DBD atau penyakit lainnya.

”Berdasarkan laporan yang kami terima sampai Sabtu (23/3) bulan Maret lalu, sudah ada 5 orang anak yang terjangkit penyakit DBD. Tiga orang dirujuk ke RSUD Natuna, satu orang di rujuk ke kalimantan dan satu lagi sudah kembali pulang,” Kata Hikmat Aliansyah, Kabid Penanggulangan Dan Pengendalian Penyakit Dinkes Natuna, melalui telepon, Minggu (24/3) lalu.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Puskesmas Serasan ada 5 orang yang dilaporkan terserang DBD. Namun, ada satu orang lagi dikabarkan meninggal dunia karena DBD.

”Informasi yang kami dapatkan, hanya ada 5 orang terserang penyakit DBD. Sedangkan yang meninggal dunia itu, kami tidak bisa pastikan apakah meninggalnya karena DBD atau penyakit lain. Karena meninggalnya sebelum kasus DBD, dilaporkan Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna,” ungkapnya.

Hikmat menjelaskan, sebelumnya PKM Serasan sudah lakukan fogging dan PSN di Desa Batu Berian.

Bahkan terdeteksi dari 713 rumah yang disurvei, terdapat 14 rumah yang terdeteksi adanya sarang jentik nyamuk DBD.

Hal itu dideteksi, dari kegiatan Pembasmian Sarang Nyamuk (PSN) oleh pihak Kecamatan Serasan.

Guna mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Kecamatan Serasan langsung turun ke pemukiman warga dengan melaksanakan program PSN.

PSN tersebut dilakukan dengan sistem Menguras, Mengubur, Menutup (3M) di seluruh rumah warga Kecamatan Serasan. (HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here