DBH Turun, Bupati Harapkan PAD

0
308
BUPATI Bintan H Apri Sujadi dan Kadispar Luki Zaiman Prawira meninjau arena iven pariwisata Tour de Bintan, sebagai agenda yang mendatangkan PAD, dalam jumlah cukup besar. f-dokumen/tanjungpinang pos

BINTAN – BUPATI Bintan H Apri Sujadi bakal ‘menguras pikiran’, menghadapi tahun anggaran 2018 ini, akibat dana perimbangan atau Dana Bagi Hasil (DBH) yang turun. Justru itu, bupati berharap PAD bisa melebihi target.

Bupati Bintan H Apri Sujadi mengatakan, untuk menyikapi defisit keuangan akibat dari penurunan DBH, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang terjadi setiap tahunnya, membuat seorang kepala daerah harus mampu menyusun dan menyiasati setiap program kerja. Era otonomi ini, pemerintah daerah harus lebih mandiri dan kreatif, dalam mencari sumber-sumber pembiayaan. Serta aktif mencari pelbagai peluang yang bisa dijadikan sebagai sumber pemasukan kas daerah.

”Rasionalisasi program kerja perangkat daerah serta efisiensi belanja, merupakan salah satu formulasi kerja yang harus dilakukan setiap tahunnya. DBH turun, kita harapkan dari PAD lah,” kata H Apri Sujadi, Senin (9/4) kemarin.

Bupati menerangkan, tahun 2018, komponen pendapatan daerah masih dikuasai oleh pajak daerah sebesar 73,6 persen, retribusi daerah sebesar 4,3 persen, hasil pengelolaan kekayaan alam sebesar 5,5 persen, serta lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah sebesar 16,6 persen.

”Sektor pajak daerah bersumber dari pajak hotel dan pajak restoran. 5 sektor terbesar dalam PDRB Kabupaten Bintan, kontribusi terbesar terhadap PAD terbanyak dari sektor pariwisata yaitu 51 persen, dari total PAD,” ujarnya.

Selain meningkatkan PAD, lanjut H Apri Sujadi, efisiensi belanja daerah merupakan solusi yang bakal ditempuh. Namun, hal itu bisa ditiadakan, jika realisasi PAD bisa melebihi target, seperti sejak 4 tahun terakhir. Tahun 2017 capaian PAD sebesar Rp 986 miliar. Tahun 2018 naik menjadi Rp 1,066 triliun.

”Sektor pariwisata yang bisa kita andalkan lagi di tahun anggaran 2018 ini, selain pungutan pajak PBB. Jika ini bisa dicapai, pertumbuhan ekonomi Bintan bisa naik kembali, di tahun ini,” tambah H Apri Sujadi.

Dari pendataan BP3D Bintan, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 sebesar 5,09 persen, naik di tahun 2017 sebesar 6,01 persen. Dengan laju inflasi mencapai 3,37 persen dan realisasi investasi mencapai Rp 10,4 triliun. (YUSFREYEDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here