DED Tepilaut 2 Kali Revisi

0
206
Teluk Keriting: Permukiman Teluk Keriting, Tepilaut akan dirapikan dan diberi warna yang menarik agar menarik wisatawan. f-dokumen/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri masih optimis dalam mewujudkan pembangunan Ibukota Provinsi Kepri bersaing dengan Provinsi lainnya. Salah satu rencana penataan kawasan Terpadu Tepilaut yang disebut kawasan Gurindam 12.

Hanya saja, meskipun sudah ada pembicaraan khusus dan rapat terbatas antara Pemprov dengan Pemko Tanjungpinang, rencana itu masih tertunda lantaran, rencana Detail Engineering Design (DED) yang di buat, tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tanjungpinang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan (Bappelitbang) Kota Tanjungpinang, Surjadi menyampaikan, rencana penataan kawasan Terpadu Tepilaut itu sudah ada pembicaraan dengan Pemko Tanjungpinang baik pertemuan terbatas maupun secara lisan oleh pejabat Pemprov Kepri.

”Pada perinsipnya Pemko sangat mendukung pembangunan dan penataan tersebut, hanya saja gambar rencana pembangunan yang sudah mereka buat, belum sesuai jadi kami masih minta du ubah dan sampai saat ini kita masih menuggu,” terang Surjadi kepada Tanjungpinang Pos, di Tepilaut Kamis (26/10) kemarin.

”Sudah dua kali direvisi,” timpal Surjadi.

Pembangunan yang diharapkan, tentunya tidak hanya untuk kepentingan salah satu pihak. Melainkan, lanjutnya harus mengacu terhadap rencana nasional (Renas), serta diselaraskan dengan rencana Pemprov maupun Kota Tanjungpinang.

”Menciptakan ruang terbuka itu adalah amanat Presiden untuk setiap daerah. Kita harus mengoptimalkan kawasan publik. Saat ini kita tahu ruang terbuka publik itu makin kecil. Penataan itu tentunya harus yang terbaik dan di dukung masyarakat banyak,” terang Surjadi.

Sebelumnya, Walikota Tanjungpinang bersama Gubernur H Nurdin Basirun dan Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah sudah bertemu dan membahas masalah penataan dan membangun kawasan Tepilaut Tanjungpinang sebagai kawasan terpadu Gurindam 12.

Lis sendiri sebagai Walikota Tanjungpinang mengaku sangat mendukung Kota Tanjungpinang di bangun Pemprov Kepri. Hanya saja kata dia, sebelum pembangunan itu dibangun terlebih harus disampaikan ke publik dan di sosialisasikan ke masyarakat secara luas.

Pemprov Kepri rencananya akan memulai pembangunan kawasan Tepilaut tahun 2018. Proyek pembangunan dan penataan kawasan Tepilaut itu disebut pembangunan kawasan terpadu Gurindam 12 oleh Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Sampai saat ini Pemprov melalui dinas terkait, Dinas Perkim, Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta OPD lainnya yang diberikan amanat Gubernur untuk membangun kawasan Tepilaut itu, masih membuat rancangan DED-nya.

Lebih tegas, Lis secara pribadi menyetujui jika dalam proses pembangunan akan ada reklamasi laut. Namun, Pemprov harus menyesuaikan tata ruang wilayah yang sudah di bangun Pemko selama ini. Menurut Lis, rencana penataan Tepilaut tahun depan itu, sangat mendorong pembangunan Ibukota Kepri ke depan. Harus disadari Tanjungpinang sebagai Ibukota, harus lebih unggul dibandingkan Kabupaten/Kota lainnya. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here