Defisit, Anggaran Semua OPD Dipangkas

0
443
Jumaga Nadeak

DOMPAK – Untuk menutupi defisit anggaran yang terjadi, maka Pemprov Kepri melakukan pemangkasan anggaran setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak menjelaskan, hampir seluruh OPD yang anggarannya terjadi sinkronisasi atas dampak defisit anggaran memasuki semester triwulan IV APBD 2018 ini.

Pada pembahasan Banggar dan TAPD saat ini, menurutnya lebih fokus terhadap perubahan nomenklatur dengan tidak menambah anggaran yang ada.

”Hampir semua disinkronisasi, mulai dari paling urgen, tunda bayar Rp85 miliar. Setelah disinkronkan semua, tersisalah APBD kita Rp132 miliar menutupi defisit Rp10 miliar, membayar tunda bayar, menutupi biaya reses dewan tahun lalu dan tunjangan hari raya,” terangnya.

Hal ini disampaikan Jumaga saat pembahasan APBD Perubahan 2018 oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) berlangsung alot di ruang rapat DPRD Kepri lantai 3, Rabu (12/9) kemarin.

Rencananya, DPRD akan melakukan pengesahan APBDP akhir pekan ini.

Di samping beban yang harus dipikul karena ada ivent Poprov tahun 2018 ini, Pemprov harus mengalokasikan paling sedikit Rp4,5 miliar untuk itu.

Di sampingi itu, Biro Umum Pemprov baru akan mulai mengalokasikan anggaran untuk Wakil Gubernur Rp2 miliar.

”Sudah sinkron semuanya, rencana target pengesahannya tanggal 25 September mendatang,” tambahnya.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemprov Kepri Naharuddin menyampaikan, bahwa dengan kondisi saat ini bukan tidak mungkin semua OPD harus rela menyinkronkan anggaran operasionalnya untuk beban yang jauh lebih efektif dan efisien. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here