Defisit APBD-P Rp86 M

0
433

BATAM – RAPBD yang diajukan Wali Kota Batam, bakal ada perubahan. Menurut Wali Kota Batam Rudi SE sesuai KUA PPAS, di RAPBD nilai defisit ternyata bertambah.

Di RAPBD Batam yang diajukan ke DPRD Batam, pendapatan daerah Rp 2,5 triliun dan belanja daerah Rp 2,6 triliun. Dengan 2,627 triliun RAPBD, terjadi devisit anggaran sebesar Rp 86 miliar. Nilai defisit bertambah, karena Pemko Batam mengajukan perubahan nilai persentase PPJU.

”Di KUA PPAS sudah masuk kenaikan PPJU dari 6 persen menjadi 7 dan 8 persen sesuai golongan penggunaan listrik. Sehingga hitungan pendapatan PPJU disesuaikan dengan kenaikan itu,” ungkap Ketua DPRD Batam, Nuryanto.

Hanya saja, Nuryanto mengatakan, Wali Kota Batam, HM Rudi kemudian mengirim surat ke DPRD, setelah KUA PPAS ditandatangani. Di surat itu Pemko Batam mengajukan untuk PPJU direvisi, sehingga berpengaruh pada jumlah pendapatan secara keseluruhan. Dampaknya, terjadi peningkatan defisit APBD Batam tahun 2018.

”Ada permintaan penundaan pemberlakuan Perda PPJU. Tapi kan KUA PPAS sudah ditandatangani, maka tidak bisa diubah nilai APBD. Belanjanya tetap. Tapi di defisit anggaran jadi berubah,” sambung Nuryanto.

Menurut Nuryanto, tim anggaran Pemko dan Banggar DPRD Batam memasukkan penerimaan PPJU naik, karena seharusnya kenaikan PPJU dilakukan tahun depan. Pemko sudah dua tahun terakhir meminta agar Perda kenaikan PPJU ditunda pemberlakuannya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here